in ,

Situs Bale Kambang Mayura Tumbang, Ketahui Sejarahnya..!

Bale Kambang Mayura sebelum dan setelah tumbang

kicknews.today – Situs bersejarah Bale Kambang Mayura atau disebut juga Bale Kencana yang berada ditengah-tengah Kolam Taman Mayura yang dibangun oleh Raja Anak Agung Made Karangasem yang saat itu menguasai Karangasem dan Lombok hari ini, Sabtu (14/12) tumbang karena angin yang disertai hujan deras yang melanda Kota Mataram.

Kejadiannya bermula saat hujan deras mulai mengguyur Kota Mataram hari ini. Sekira pukul 14.30 Wita Bale Kambang Mayura roboh.

“Sudah dipasangi police line,” kata Kapolsek Cakranegara AKP Zaky Maghfur.

Bangunan ini sudah ada sejak abad ke 18 masehi dan sempat dijadikan gudang senjata pada saat VOC Belanda melakukan serangan ke Lombok yang dipimpin oleh Jenderal Van Der Ham.

Fungsi utama Bale Kambang ini dulunya sebagai tempat pertemuan dan pengadilan dimasa Raja Anak Agung Made Karangasem. Taman Mayura khususnya Bale Kambang telah diinventarisasi oleh tim BPCB Bali pada tahun 2013 yang diketuai oleh Ida Ayu Yuni Anita Sari, S.S. menurut situs kebudayaan kemendikbud RI.

Bale kambang ini berada persis di tengah kolam di kompleks Taman Mayura yang memiliki luas 244, 60 meter x 138,50 meter yang tertata kebersihannya hingga saat ini. Jika dilihat dari jauh, Bale Kambang ini seperti rumah terapung di atas danau.

Dalam bahasa Sansekerta, Mayura berarti burung Merak. Taman yang dibangun pada 1744 ini pada awalnya bernama Taman Kalepug yang berati suara jatuhnya air di telaga. Lalu berganti menjadi Mayura karena pada kala itu konon banyak ular di kawasan taman ini.

Untuk mengusir ular, didatangkanlah burung Merak dari Palembang untuk memangsanya. Sejak itulah Taman Kalepug berganti nama menjadi Mayura. Kini yang tersisa hanyalah relief-relief burung Merak yang semakin menyakinkan bahwa legenda tentang ular dan burung Merak memang ada. Demikian dilansir dari lomboksociety.

Uniknya lagi, di Taman Mayura ini kita akan menjumpai semangat toleransi. Bale Kambang menceritakan hal itu. Dalam Bale Kambang kita akan menjumpai patung-patung yang bercirikan Muslim, Cina, dan Jawa. Patung yang mencirikan Muslim berada di bagian Barat, timur dan utara Bale Kambang bersebelahan dengan bangunan linggih yang kental corak Hindu Balinya.

Kini bale kambang sudah rata dengan tanah. Rekonstruksi bangunan bersejarah ini sangat diharapkan sehingga masyarakat maupun wisatawan dapat tetap mengunjungi dan belajar kekayaan khasanah Indonesia di Bale Kambang ini. (red.)