in

Warga Desa Lajut Gedor Kejaksaan Negeri Praya

kicknews.today – Puluhan warga Desa Lajut, Kecamatan Praya Tengah, Kabupaten Lombok Tengah, Senin (9/12) melakukan aksi hering ke kantor Keejaksaan Negeri (Kejari) Praya. Aksi warga tersebut dilakukan, untuk mempertanyakan penanganan kasus laporan indikasi penyimpangan Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana desa (DD) Tahun 2017-2018 Desa Lajut.
Pasalnya, dalam penanganan kasus tersebut oleh Jaksa, hasilnya tidak seperti yang diinginkan oleh warga. Sehingga mereka, kembali medorong agar Jaksa untuk mengusut tuntas laporan yang mereka layangkan itu.

Salah satu warga Desa Lajut, Halim menyatakan, pihaknya melakukan aksi hering ini untuk mempertanyakan keseriusan Kejaksaan dalam menangani kasus itu. Karena, hasil dari penanganan yang dilakukan pihak Kejaksaan selama ini tidak sesuai dengan keinginan warga setempat.

“Kami dari warga tentu sangat wajar untuk mempetanyakannya penanganan kasus ini. Ada apa, hingga sekarang belum ada perkembangan sesuai dengan kenginan kita sebagai masyarakat,” jelasnya.

Ia menegaskan, pihaknya sebagai warga di Desa ini sangat mengetahui persis apa yang dilakukan Desa maupun kejanggalannya. Namun, kenapa pihaknya sebagai pelapor tidak pernah dilibatkan oleh pihak Ispektorat maupun Kejaksaan saat turun melakukan audit.

“Kami tidak dilibatkan saat dilakukan audit. Makanya sangat wajar kalau memang hasil kerugian yang ditemukan tidak terlalu signifikan. Sehingga mereka diminta untuk menggantinya,” ucapnya.

Ia mengaku, beberapa program yang menurut kuat ada indikasi penyimpangan adalah dipembukaan jalan baru dan penimbunan lapangan sepak bola itu. Hal itu karena, dalam pembukaan jalan baru ini, pihaknya tidak pernah diajak untuk melakukan musyawarah. Bahkan dalam pembukaan jalan baru itu banyak pemilik tanah mengeluh. Begitu juga dengan penimbunan lapangan bola tersebut.

“Kami sangat ragu kalau penimbunan yang dilakukan pada lapangan sesuai dengan jumlah yang ada dalam APBDes itu,” ujarnya.

Hal senada disampaikan oleh warga lainnya, Husni Tamrin. Pihaknya sangat mempertanyakan hasil audit yang dilakukan oleh pihak Ispektorat tersebut. Selian itu, pihaknya sangat menyangkan bahwa Ispektorat tidak ingin memberikan bukti hasil audit yang dilakukan di Desa Lajut ini.

“Kami ingin tahu titik mana saja yang dilakukan audit. Tapi Ispektorat tidak pernah ingin memberikan hasilnya,” ucapnya.

Sementara itu, Kasi Intel Kejari Praya Lombok Tengah, Feby Rudy yang menemui warga mengatakan, pihaknya sudah memproses laporan warga tentang Desa Lajut ini. Bahkan pihaknya sudah menerima hasil audit dari pihak Ispektorat. Dimana hasil audit Ispektorat ditemukan kerugian sebanyak Rp 30 juta. Temuan itu didapatkan dari beberapa pengerjaan yang dilakukan seperti rabat jalan yang kekurangan volume dan lainnya.

“Memang itu jumlah LHP yang kami terima dari Ispektorat,” katanya.

Selain itu, untuk kasus ini, pihaknya juga sudah melakukan pemanggilan sejumlah pihak untuk dimintai keterangan. Mulai dari pelaksana kegatan dan unsur desa lainnya. Hal itu dilakukan untuk melakukan klarifikasi terhadap berbagai laporan yang diterima.

“Kami juga sudah melakukan pemeriksaan pada sejumlah saksi untuk kasus ini,” tuturya.

Tapi jika memang warga masih belum puas dengan penanganan itu, pihaknya akan kembali koordianasi dengan Ispektorat dalam melakukan audit kembali. Pada audit yang dilakukan nantinya, pihaknya akan melibatkan unsur pihak pelapor.

“Kami akan berupaya berkoordinasi dengan Ispektorat untuk melakukan audit kembali. Kita juga akan melakukan ekspos kepada pimpinan untuk tindaklanjut dari kasus yang dilaporkan itu,” pungkasnya. (Ade)