in

Tiga Ruang Kelas SDN Burhana Desa Sukarara Roboh

kicknews.today- Tiga ruang kelas Sekolah Dasar Negeri (SDN) Burhana Desa Sekurara, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah Roboh, Senin (9/12) pukul 13.00 wita. Namun, beruntung dalam kejadian itu tidak ada korban jiwa, karena ruangan kelas yang roboh termakan usian itu sudah dua bulan tidak digunakan untuk kegiatan belajar.

Kepala SDN Burhana Desa Sukarara, Lalu Sotong Suriadi mengatakan, bahwa gedung ruang kelas 1, 2 dan Kelas 3 itu roboh, karena termakan usia atau kondisi struktur bangunanya cukup memprihatinkan.

“Saat roboh tidak ada siswa, karena sudah dua bulan tidak digunakan untuk kegiatan belajar,” ujar Lalu Sotong kepada wartawan, Selasa (10/12).

Dijelaskan, bahwa pihaknya sudah mengusulkan kondisi sekolah yang parah itu kepada Dinas Pendidikan Lombok Tengah pada Tahun 2018. Namun, hingga Tahun 2019 belum bisa direalisasikan, sehingga pihaknya berharap kepada Pemerintah Daerah supaya bisa merealisasika perbaikan atau pembangunan gedung sekolah yang roboh tersebut.

“Kondisi sekolah ini sudah kita laporkan dan dari Dinas juga sudah turun mengecek langsung beberapa bulan yang lalu,” jelasnya.

“Informasi realisasinya akan dilakukan pada Tahun 2020 melalui dana Alokasi Khusus (DAK),” ujarnya.

Dikatakan, dengan kondisi bangunan sekolah yang roboh itu, pihaknya saat ini hanya menggunakan tiga ruangan sekolah untuk kegiatan belajar yang kondisinya cukup bagus. Namun, sistem kegiatan belajar mengajar dilakukan dua tahap yakni pagi dan siang.

“Kelas 1, 2 dan 3 Masul pagi, sedangkan kelas 4, 5 dan 6 Masung siang sampai Sore,” pungkasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Lombok Tengah, H Sumum yang dikonfirmasi terkait adanya sekolah yang roboh itu mengatakan, bahwa ruanga sekolah yang roboh itu sejak awal tidak ditempati, karena kondisinya memang memprihatinkan.

“Ada 9 sekolah yang hampir sama kondisinya dengan SDN Burhana itu dan sudah kita usulkan Kepada Kementerian PUPR untuk dilakukan perbaikan di Tahun 2020 ,” ujarnya.

“Dari 666 Sekolah di Lombok Tengah yang kita usulkan untuk dilakukan perbaikan itu sebanyak 58 Sekolah atau 3 persen kepada Kementerian Pendidikan,” pungkasnya. (Ade)