in

NTB Tertinggal soal Wisata Halal, Penyegaran di Dispar Harus Dilakukan

Taufan Rahmadi

kicknews.today – Provinsi lain sedang sangat intens berbenah untuk mengembangkan pariwisata halal. Sedangkan Nusa Tenggara Barat (NTB) yang pada tahun 2015 lalu di Masa pemerintahan Tuan Guru Bajang (TGB) sebagai Gubernur NTB meraih yang terbaik di dunia dalam hal ini tampaknya akan semakin sulit dipertahankan.

Hal ini mengingat pada ajang penghargaan sebagai Destinasi Wisata Halal Terfavorit 2019 yang diselenggarakan media republika, NTB hanya mampu bertengger di posisi ke 5 setelah Jawa Barat yang berada di posisi teratas, disusul Aceh dan Sumbar, lalu DKI Jakarta.

Menurut tokoh pariwisata yang pernah membawa nama NTB ke ajang bergengsi dunia tentang wisata halal, Taufan Rahmadi, pariwisata halal di NTB harus terus digalakkan. Dia berpendapat harus ada peningkatan kualitas dalam hal layanan di destinasi dan serius menggarap promosi di negara-negara originasi moeslim traveler .

“Dengan kalahnya kita dengan Jabar, itu adalah semacam signal kalau kita tidak boleh terlena, kita bisa ditinggal oleh provinsi-provinsi lain yang semakin gencar berpromosi dan membenahi destinasi,” katanya saat dikonfirmasi di Mataram, Jum’at (6/12).

Menurutnya, salah satu cara mempercepat pembangunan pariwisata di NTB yakni dengan melakukan penyegaran di tubuh Dinas Pariwisata (Dispar) NTB.

“Banyak birokrat-birokrat muda dari Kabupaten-kabupaten di NTB, lingkungan Pemprov NTB yang saya yakin punya ide-ide segar untuk memajukan pariwisata daerah ini,” ujarnya.

“Ide-ide segar dari orang-orang baru inilah yang kita harapkan jadi energi baru untuk menggerakkan semua komponen pariwisata daerah ini,” pungkas Taufan.

Keseriusan Pemerintah Daerah terhadap kemajuan Pariwisata Halal NTB dan untuk mempertahankannya menurut dia, ditandai dengan serius dalam hal kebijakan dan serius dalam hal penganggaran.

Baca Juga: Jawa Barat jadi Destinasi Halal Tervaforit, NTB di Posisi 5

“Lalu kemudian tanyakan ke pelaku industri dan masyarakat apakah mereka merasakan ada perubahan dalam hal pembangunan pariwisata di NTB ?” tanyanya.

Dilanjutkan Taufan,mempertahankan apa yang diraih NTB di tahun 2015 akan menjadi semakin sulit jika tidak segera dilakukan inovasi dalam strategi pengembangan pariwisata halal di NTB.

“Tentunya Bapak Gubernur harus berani untuk melakukan penyegaran di tubuh Dinas Pariwisata NTB,” cetusnya. (red.)