in ,

Svarga Hotel Gelar “Coffee Talk” Jelang Kompetisi “Barista”

Caffee Talk mengawali Kompetisi Barista 2019 di Svarga Hotel Senggigi

kicknews.today – Memastikan diri sebagai “hotel halal tanpa alkohol”, Svarga Hotel di kawasan wisata Senggigi, Lombok Barat, Selasa (2/12), Manajer Operasional Hotel Svarga Zulfadli menyambangi Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid di ruang kerjanya, guna memberitahukan niatan menggelar “Coffee Talk” sebelum ajang Kompetisi “Barista 2019″.

“Sebagai pra acara kompetisi, kami akan menggelar diskusi ringan tentang kopi. Coffee Talk itu akan dihadiri oleh para barista, yang ada di hotel-hotel di Senggigi. Kita akan bertukar pendapat tentang penyajian kopi, sebagai menu minuman utama untuk breakfast di hotel-hotel,” ujar Zulfadli.

Dikatakan, coffee talk yang merupakan mimbar diskusi seputar kopi itu akan digelar pada Kamis, 12 Desember mendatang. Selain itu, Manajer Operasional yang akrab dengan sapaan Zul itu, kepada Bupati menyatakan bahwa acara coffee talk selanjutnya direncanakan dapat terselenggara sekali sebulan.

“Kami menyiapkan panggung di Svarga Hotel untuk semua pihak. Kita berdiskusi tentang kopi atau apa saja, yang akan memberikan kontribusi pemikiran bagi pengembangan wisata halal di NTB,” jelasnya.

Menurut Zul, banyak aspek positif yang dapat didiskusikan guna pembangunan kepariwisataan di Pulau Lombok, terutama untuk penguatan brand image NTB sebagai pusat pariwisata halal dunia.

Terkait hal tersebut, Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid sangat mengapresiasi niatan yang digagas manajemen Hotel Svarga. Menurut Bupati, disamping untuk menghidupkan aspek promosi kepariwisataan di Lombok Barat khususnya di Senggigi, coffee talk itu juga akan membuka kesempatan kepada usaha mikro, kecil dan menengah  (UMKM) untuk mempresentasikan produknya, di hadapan para pelaku bisnis perhotelan.

“Lombok Barat ini memiliki banyak potensi kopi yang sudah branded. Tinggal bagaimana mereka bisa mempromosikan usahanya, kepada calon pembeli yang lebih eksklusif seperti untuk kebutuhan di hotel-hotel,” kata Bupati.

Fauzan menjelaskan, sedikitnya ada beberapa jenis varian kopi yang berkembang di Lombok Barat, dengan harga yang relatif bersaing di pasaran. Selain Kopi Berkah yang ada di Desa Kekait, terdapat juga Kopi Tradisional di Prabe Batu Mekar Lingsar, Kopi Nyot di Pusuk Lestari, dan Kopi Gula Aren di Desa Langko Kecamaran Lingsar.

“Mereka bisa diberikan kesempatan tidak hanya untuk men-display barang, tapi juga mempresentasikan sisi keunggulan produknya, sehingga bisa dimanfaatkan oleh kalangan perhotelan di Senggigi,” tutur Fauzan Khalid.

Bagi Fauzan, coffee talk yang akan diselenggarakan Hotel Svarga Senggigi dalam waktu dekat, juga dapat dijadikan sebagai pemanasan menjelang kegiatan utama yakni Kompetisi Barista 2019. Dimana itu semua menjadi angin segar bagi Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Barat, sebagai ajang untuk mempromosikan kepariwisataan di Senggigi.

“Saat peak season di Bulan Desember ini, kompetisi tersebut menjadi alternatif atraksi pasca kita menyelenggarakan Perang Topat, yang akan diselenggarakan di tanggal 11 Desember nanti,” tutup Fauzan.

Terpisah, Kabag Humas dan Protokol Setda Lombok Barat Saiful Ahkam saat dihubungi kicknews.today, mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Lombok Barat selalu mendukung, setiap even yang positif untuk kemajuan daerah.

“Bupati selaku orang nomor satu dan pemegang kebijakan di Lombok Barat, dalam setiap kesempatan selalu menyatakan bahwa pihak pemkab mendukung setiap even, yang mengarah kepada peningkatan dan kemajuan daerah,” tandas Ahkam.

Senada dengan Bupati, Magister Humaniora itu juga menyatakan bahwa Kompetisi Barista 2019, yang akan diawali dengan coffee talk itu diharapkan mampu menjadi pemantik, menggeliatnya UMKM dan memberi harapan pasti bagi petani kopi khususnya di Lombok Barat.

“Ini sangat positif dan pastinya Pak Bupati sangat mendukung, lebih-lebih Pak Bupati sendiri memang salah seorang pecinta kopi,” seloroh Ahkam memungkasi. (red)

Nikmatnya kopi di Svarga Hotel Senggigi, Lombok Barat