in

Masyarakat Keluarkan Pernyataan Sikap Terkait Laju Kerusakan Hutan Sumbawa

Kerusakan Hutan Sumbawa

kicknews.today – Aliansi Masyarakat Peduli Lingkungan (AMPL) Empang Tarano baru ini mengeluarkan pernyatan sikap terkait dengan semakin meningkatnya laju kerusakan hutan di Kabupaten Sumbawa.

Ada tiga hal yang dituntut AMPL dalam pernyataan sikap yang dikeluarkan pada 30 November 2019. Mereka menuntut dan mendesak pemerintah untuk yang pertama, melakukan pelarangan dan menindak secara tegas dan menyeluruh terhadap oknum yang melakukan perambahan di dalam kawasan hutan.

Kemudian yang kedua, melakukan restorasi/mengembalikan fungsi hutan pada lahan yang telah ditanami jagung.

Kemudian yang ketiga, bersinergi dengan pihak perbankan untuk lebih selektif dalam hal memberikan pinjaman dana KUR terhadap oknum petani yang lahannya didapatkan dari hasil merambah kawasan hutan.

Menurut Koordinator AMPL, M. Nurdiansyah dalam pernyataan tertulis yang diterima kicknews.today Selasa (3/12), ada 10.898 Hektar Hutan rusak yang tersebar di seluruh wilayah Kecamatan Empang dan Tarano. Berangkat dari tingginya kerusakan hutan tersebut AMPL meminta pemerintah untuk segera bertidak sebagaimana tersampaikan pada pernyataan sikap ini.

“Sikap ini diambil sebagai sebuah langkah waspada dini terhadap kemungkinan-kemungkinan adanya gesekan di masyarakat akibat persoalan perambahan hutan yang ditenggarai memberikan kontribusi paling besar terhadap meningkatnya laju kerusakan hutan di wilayah Empang Tarano,” katanya.

Pernyataan ini kemudian ditanda-tangani oleh beberapa tokoh masyarakat yang mewakili daerah terdampak di seluruh wilayah Kecamatan Empang dan Kecamatan Tarano Sumbawa. Hal ini menandakan bahwa ada kesadaran kolektif seluruh masyarakat terhadap penting kontribusi hutan terhadap keberlangsungan kehidupan.

“Hutan harus dipandang tidak hanya milik masyarakat yang berbatasan langsung dengan kawasan hutan, hutan adalah milik semua masyarakat,” tegasnya.

Oleh karena itu, tidak berapa lama setelah pernyataan sikap ini tersampaikan, AMPL meminta kepada pemerintah di semua tingkatan untuk segera mengambil langkah serius dalam menangani persoalan kerusakan hutan yang semakin mengkhawatirkan ini. (red.)