in

Dinas Pertanian Kota Denpasar Bali Studi Tiru ke Lombok Barat

Rombongan Studi Tiru Dinas Pertanian Kota Denpasar Bali foto bersama di depan Kantor UPTD Pertanian Narmada

kicknews.today – Dalam upaya meningkatkan kapasitas sumber daya pegawainya, jajaran Dinas Pertanian (Distan) Kota Denpasar Bali, Jumat (29/11), melakukan Studi Tiru di Kantor Unit Pelaksana Teknis (UPTD) Pertanian Kecamatan Narmada, Lombok Barat.

Untuk diketahui, studi tiru merupakan konsep belajar yang dilakukan pada suatu institusi yang dianggap lebih kompeten dalam suatu hal, dengan maksud peningkatan mutu, perluasan usaha, perbaikan sistem, penentuan kebijakan baru serta perbaikan dan peraturan perundang-undangan.

Rombongan dipimpin langsung Kepala Distan Kota Denpasar I Gede Ambara Putra, diterima Kepala UPTD Pertanian Kecamatan Narmada I Ketut Wetrana didampingi Koordinator Penyuluh dan staf.

Dalam sambutannya, Kadis Pertanian Kota Denpasar I Gede Ambara Putra menyampaikan, pihaknya ingin belajar dan meniru upaya peningkatan pemberdayaan petani, peningkatan kelas serta kemampuan kelompok tani di UPTD Pertanian Kecamatan Narmada.

“Kita memilih lokasi di Kabupaten Lombok Barat bukan tanpa alasan, karena sebagai sentra peternakan sapi di Indonesia. Dimana terdapat 217 kelompok tani ternak di wilayah UPTD Pertanian Kecamatan Narmada,” katanya.

Menurut dia, dari 217 kelompok tani ternak itu, terdapat 60 kelompok tani ternak yang mengembangkan usaha di bidang peternakan sapi, kambing, dan unggas dengan jumlah populasi ternak sapi sebanyak 9.803 ekor, kambing 1.732 ekor dan unggas 126.287 ekor.

Sementara itu koordinator Penyuluh UPTD Pertanian Kecamatan Narmada M. Ilham mengatakan, kegiatan peningkatan pemberdayaan petani tidak terlepas dari peran penyuluh yang berada di masing-masing Wilayah Kerja Penyuluh Pertanian (WKPP), sehingga pembinaan terhadap petani melalui kelompok tani harus terus ditingkatkan.

“Kita mendorong peningkatan kelas kelompok tani, maka dengan penilaian kelas kelompok tani ini menjadi salah satu bentuk pembinaan, untuk memotivasi petani agar lebih berprestasi dalam mencapai kelas kemampuan yang lebih tinggi,” jelasnya.

Di samping itu, lanjutnya, dengan penilaian kelas akan diketahui kelemahan-kelemahan kelompok tani, yang dinilai sehingga memudahkan untuk melakukan pembinaan.

“Semoga UPTD Pertanian Kecamatan Narmada benar-benar bisa berbagi ilmu dan pengalaman yang bermanfaat untuk peserta Studi Tiru,” ucapnya. (red)

Rombongan Dinas Pertanian Kota Denpasar Bali saat diterima pihak UPTD Pertanian Narmada