in

Launching LCDW, Gubernur NTB Anjurkan Pemuda jadi Pengusaha

Gubernur NTB H. Zulkieflimansyah saat launching LCDW

kicknews.today – Menjadi pengusaha yang akan menggagas dan mencetak wirausahawan baru, lebih menjanjikan bagi anak muda ketimbang menjadi politikus. Hal itu diungkapkan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) H. Zulkieflimansyah, Senin (25/11), saat Launching Lembaga Cipta Daya Wirausaha (LCDW) di Pendopo Gubernur setempat.

“Gubernur tidak akan sukses, Bupati tidak akan sukses, Walikota tidak akan sukses, jika anak mudanya lebih tertarik pada politik ketimbang jadi pengusaha,” ungkap Gubernur.

Dalam kegiatan yang mengangkat tema “Mewujudkan Program 1000 Wirausaha menuju NTB Gemilang itu, H. Zulkieflimansyah menegaskan bahwa penggerak pertumbuhan ekonomi suatu daerah adalah dunia usaha. Karenanya investasi itu penting dihadirkan untuk membangun daerah.

Gubernur juga menyebutkan bahwa pengangguran dan kemiskinan dapat diturunkan, apabila banyak anak muda NTB yang jadi pengusaha. Nah, kehadiran Lembaga Cipta Daya Wirausaha diharapkan dapat mempercepat terwujudnya 1000 pengusaha baru di NTB.

Pun, lembaga ini juga diharapkan mampu bekerjasama dengan lembaga atau dinas terkait, untuk menyukseskan seluruh program pemerintah daerah, terutama mengatasi masalah dan memperlancar sumbatan komunikasi para anak muda NTB yang ingin menjadi pengusaha.

“Lembaga ini seperti LPP di program beasiswa ke luar negeri. Tugasnya memperlancar sumbatan komunikasi dan membantu anak-anak muda NTB, yang mau jadi pebisnis untuk dilatih dan difasilitasi,” jelasnya.

Ia juga sempat menyinggung bahwa sebagian masyarakat merasa pesimis, dengan program 1000 pengusaha baru yang digagasnya, termasuk program beasiswa ke luar negeri. Namun demikian, kembali Gubernur menegaskan bahwa kemauan yang kuat, akan menuntun seseorang kepada tujuannya.

Where there is a will, there is a way (di mana ada kemauan, di situ ada jalan, red),” tandas Gubernur.

Sejalan dengan itu, Ketua Lembaga Cipta Daya Wirausaha Muhammad Jhon Fitriadi, S.T. menjelaskan, kehadiran lembaga tersebut untuk membantu Pemerintah Provinsi NTB untuk menyukseskan program penciptaan 1000 wirausahawan baru.

“Sebagai lembaga yang baru, kami butuh arahan dan bimbingan Gubernur dan stakehokder, sehingga 1000 wirausaha baru bisa tercapai,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan aktivitas yang telah dilakukannya selama ini berupa program bisnis dan pendampingan. Sehingga, diharapkan UMKM yang ada di NTB menjadi UMKM yang mandiri dan berdayasaing.

“Semoga kami bisa berkontribusi dalam program Gubernur, untuk mencetak 1000 pengusaha baru,” harapnya.

Tampak hadir pada kegiatan itu anggota DPR RI Dapil Lombok Suryadi Jaya Purnama, Dirut Bank NTB Syari’ah, Kadis Koperasi dan UMKM, Kadis Perdagangan, Kadis Perindustrian, Kepala OJK, Ketua MUI NTB, Kadis Pariwisata serta Ketua Asosiasi, Pelaku UMKM se-NTB.

Diminta tanggapan usai acara, Kepala Dinas (Kadis) Perdagangan NTB Dra. Hj. Putu Selly Andayani, M.Si. mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi dan mendukung tujuan lembaga tersebut.

“Kami di Dinas Perdagangan NTB, sangat berterimakasih dan mendukung tujuan yang ingin dicapai. Kami salut dan optimis target mencetak 1000 pengusaha baru, menuju NTB Gemilang dapat terpenuhi. Asal, gerakan ke arah itu dilakukan dengan massif, tanpa embel-embel apapun,” katanya.

Bahkan, lanjutnya, dua hari yang lalu, kami bersama Kadis LHK juga telah me-launching Sekolah Kreasi Sampah (SKS), yang menjadikan sampah bernilai ekonomis.

“Ini juga bagian dari usaha mewujudkan program NTB Zero Waste, sekaligus program NTB Gemilang mencetak 1000 pengusaha baru di NTB,” tandasnya. (red)

Kadis Perdagangan NTB Dra. Hj. Putu Selly Andayani, M.Si. saat acara launching SKS