in ,

Dokter Asal Lombok Barat Raih Penghargaan Tingkat Nasional

dr. Sapto saat menerima penghargaan dari Menkes RI.

kicknews.today – Sebanyak 140 tenaga kesehatan diberikan penghargaan tingkat nasional, sebagai tenaga kesehatan teladan di puskesmas se-Indonesia. Satu di antara penerima penghargaan adalah dr. Sapto Sutardi, tenaga kesehatan kelahiran Lombok Barat yang bertugas di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Puskesmas Sekotong, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Penghargaan dari Menteri Kesehatan RI Terawan Agus Putranto tersebut, diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap para tenaga kesehatan, atas pengabdian dan kerja kerasnya.

dr. Sapto Sutardi merupakan dokter umum yang bertugas di UPT BLUD Puskesmas Sekotong sejak 2017, dinobatkan sebagai terbaik pertama dalam Inovasi Pelayanan Kesehatan Program Indonesia Sehat, dengan pendekatan keluarga dan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas).

“Ini adalah prestasi dan penghargaan untuk Kabupaten Lombok Barat. Apa yang saya kembangkan dan aplikasikan itu, merupakan wujud inovasi Lombok Barat untuk Indonesia,” ungkap dr. Sapto, Jumat (15/11), saat dihubungi kicknews.today via media WhatsApp.

Untuk diketahui, penghargaan kepada dokter kelahiran Gerung itu dapat diraihnya, karena prestasi dalam membuat inovasi berupa aplikasi yang dinamakan “dr. Saptoanthro”. Dimana aplikasi berbasis android itu memiliki fungsi, menilai status gizi dengan cepat, tepat, dan akurat untuk anak usia 0-19 tahun.

“Aplikasi ini mengacu pada WHO Child Growth Standards dengan metode LMS,” ujarnya.

Dikatakan, aplikasi itu sebenarnya merupakan pengembangan dari aplikasi yang dibuatnya, saat masih berstatus mahasiswa di Fakultas Kedokteran Univeraitas Mataram (Unram), yang kemudian dikembangkan untuk menjaring kasus gizi buruk terutama dalam kaitannya dengan kasus stunting.

Dijelaskan, pengujian terhadap aplikasi tersebut sebelumnya telah dilakukan kepada petugas gizi dan ibu rumah tangga. Dimana pengujian objektif menunjukkan bahwa kecepatan dan keakuratannya, mencapai tujuh kali lebih cepat dengan 0 persen kesalahan hitung.

“Saya sangat senang karena bisa memberikan yang terbaik kepada Provinsi Nusa Tenggara Barat, khususnya Kabupaten Lombok Barat dalam menurunkan angka stunting dan gizi buruk,” katanya.

“Semoga ke depannya aplikasi ini bukan hanya dikembangkan di Kabupaten Lombok Barat saja, tapi dapat digunakan secara nasional,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Lombok Barat H. Rachman Sahan Putra saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (15/11) pagi tadi, mengaku bangga dengan prestasi yang diukir dr. Sapto.

“Pada prinsipnya kita sangat mendukung implementasi software dr. Saptoanthro ini, dalam rangka mempermudah penentuan status gizi balita. Namun demikian perlu ada pengkajian empiris lebih lanjut, tentang validitas hasilnya dan ada langkah-langkah pembelajaran kepada masyarakat, tentang penggunaan software tersebut,” ungkapnya.

“Sedangkan terkait dengan harapan dr. Sapto untuk diangkat jadi PNS, kita sangat mendukung dan berupaya untuk memperjuangkannya. Apalagi dr. Sapto telah menjadi aset daerah yang telah menunjukkan prestasi luar biasa,” ujarnya seraya menambahkan bahwa hal itu tetap harus melalui proses rekrutmen PNS sesuai ketentuan yang berlaku. (red)