in

Mandalika Diminta jadi Program Paling Prioritas Menteri Pariwisata Baru

Menpar Wishnutama dan Wakil Menpar Anggela

kicknews.today – Setelah Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama dilakukan dengan Komisi X DPR RI dilakukan di gedung parlemen beberapa waktu yang lalu, Tokoh Muda Pariwisata dari Nusa Tenggara Barat (NTB), Taufan Rahmadi menanggapi beberapa hal terkait program kerja Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di periode ke dua kepemimpinan Presiden Jokowi ini.

Taufan Rahmadi memberi catatan mengenai tiga hal yakni, yang pertama adalah tentang 10 destinasi pariwisata prioritas yang kemudian dikerucutkan menjadi lima destinasi super prioritas yang menurutnya harus menjadi konsentrasi kita semua.

“Ini adalah bagian daripada hal yang harus dilakukan terobosan-terobosan agar program ini benar-benar jadi program unggulan. Dan secara fakta terlihat progress di lapangan bukan hanya secara fisik tetapi juga proges secara sosial budaya,” katanya.

Menurut dia, Mandalika bisa dikatakan sebagai destinasi yang lebih terlihat progresnya dibanding destinasi lainnya. Terlebih sebentar lagi di Mandalika akan diselenggarakan MotoGP. Oleh karena itu dia menyarankan kepada Menteri Pariwisata untuk memfokuskan progres Mandalika ini tidak saja karena dekat dengan Bali tetapi juga karena sebentar lagi ada perhelatan dunia dan hal ini bukan hanya berbicara tentang Lombok dan ITDC sebagai pengelola Mandalika, tetapi menjadi tanggung jawab kita semua sebagai masyarakat Indonesia.

“Jangan sampai nanti para wisatawan dan penggemar wisata sport tourism MotoGP mania yang datang ke Lombok malah datang cuma sekali dan tidak akan kembali lagi. Itu kenapa Mandalika harus menjadi prioritas utama di masa awal Bapak Wishnutama sebagai menteri Pariwisata dan Pemberdayaan Ekonomi Kreatif ini,” jelas Taufan.

Kemudian catatan yang kedua, Taufan berharap agar Menteri Pariwisata jangan takut-takut untuk melakukan penyegaran di dalam tubuh Kemetrerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ini mengingat bahwa nomenklaturnya sudah berubah. Menteri Pariwisata harus sudah menentukan tim kerjanya dan tim yang mendukung dirinya di dalam mengejar target-target kerja yang secara jujur jika ditilik lebih dalam tentu bukan hal yang mudah.

“Sebagai catatan yang bisa saya kemukakan, dulu di zaman pak Arief Yahya, perubahan nomenklatur itu menyita waktu hampir dua tahun sehingga birokrasi kementerian pariwisata bisa aman bergerak sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Jadi menurut mantan tim Percepatan Person in Charge (PIC) Mandalika di era Menpar Arif Yahya ini agar Menteri Wishnutama segera melakukan penyegaran dan restrukturisasi. Terlebih sekarang sudah ada badan pariwisata dan ekonomi kreatif dapat menjadi solusi bagi Menteri untuk melakukan penyegaran di tubuh kementerian pariwisata.

Lalu yang ke tiga adalah tentang wisata halal. Dari RDP kemarin, Taufan melihat angota-anggota DPR di komisi X memiliki harapan besar untuk melihat wisata halal menjadi sebuah layanan atau program yang bisa berpotensi untuk meraih pasar wisatawan muslim.

“Oleh karena itu, saya mendorong sekali kepada pak menteri juga untuk melihat wisata halal ini sebagai opportunity yang besar untuk meningkatkan devisa negara kita melalui pariwisata,” harapnya.

Namun begitu menurutnya, RDP kemarin secara keseluruhan masih “ramah” dalam tanda petik karena dalam masa perkenalan.

“Tetapi bagaimana kemudian kecekatan daripada seorang Wishnutama dan Ibu Anggela, didalam memimpin kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ini tentunya akan kita lihat di satu-dua hingga tiga bulan ke depan, apakah mereka mampu menjawab tantangan di dunia pariwisata Indonesia ini,” pungkas Taufan. (red.)