in

Dirjen Dukcapil Kemendagri Distribusikan 20 Ribu Blangko E-KTP di NTB

Dirjen Dukcapil Kemendagri Prof. Dr. Zudan Arif Fakrullah menyerahkan secara simbolis kepingan blangko e-KTP saat malam keakraban

kicknews.today – Sebanyak 20 ribu keping blangko Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP), akan didistribusikan Direktorat Jenderal (Dirjen) Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia. Hal itu terungkap dalam kegiatan outbound (mancakrida), Sabtu (9/11), yang digelar di Bumi Perkemahan Khasri Sesaot Kecamatan Narmada Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Outbound atau mancakrida merupakan suatu bentuk dari pembelajaran segala ilmu terapan, yang dilakukan di alam terbuka atau tertutup dengan bentuk permainan yang efektif, yang menggabungkan antara intelegensia, fisik, dan mental.

Direktur Jenderal Dukcapil Kemendagri Prof. Dr. Zudan Arif Fakrullah usai acara keakraban api unggun mengungkapkan, semua Dinas Dukcapil kabupaten/kota se-NTB yang menjadi peserta kegiatan akan mendapat jatah blangko e-KTP.

“Ada 20 ribu saya siapkan. Setiap kabupaten/kota memperoleh 2000 keping. Silahkan ambil hari Senin,” ujar Zudan Arif.

Dikatakan, kepingan blangko e-KTP tersebut tidak perlu diambil ke Kantor Kemendagri di Jakarta, tapi cukup diambil di Kantor Dinas Pemerintahan Masyarakat Desa (PMD) dan Dukcapil Provinsi NTB.

“Silahkan, masing-masing ambil di Kantor Dukcapil provinsi,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Zudan Arif juga meminta kepada pihak Provinsi NTB agar pro aktif, mengambil ke Kantor Dirjen Dukcapil di Jakarta.

Informasi dan solusi yang seringkali menjadi kendala Disdukcapil, yang banyak dikeluhkan masyarakat itupun mendapat respon positif dari peserta.

Alhamdulillah, bisa mempermudah kami karena tidak perlu sampai ke Jakarta untuk mengambil blangko itu,” ujar beberapa operator yang turut jadi peserta outbound itu.

Sementara Kepala Dinas Dukcapil Lombok Barat H. Muridun menyampaikan, persoalan keping blangko e-KTP adalah persoalan utama, dalam pelayanan cepat pencetakan KTP elektronik.

“Ini masalah klasik yang membuat warga masyarakat tidak bisa cepat memperoleh KTP,” ujarnya.

Pihaknya, aku Muridun, rata-rata hanya dapat memperoleh 500 keping setiap mengambil jatah ke kementerian di Jakarta, sehingga sebagai jalan keluar pihaknya hanya dapat mengeluarkan Surat Keterangan  (Suket) sebagai pengganti e-KTP.

“Tapi fungsinya sama dengan e-KTP, bisa dipergunakan untuk segala kebutuhan, yang membutuhkan administrasi kependudukan,” katanya.

Sebagai informasi, di Kabupaten Lombok Barat cakupan pembuatan e-KTP mencapai 97 persen, dari 255 ribu lebih warga wajib KTP.

Untuk diketahui, kegiatan outbound itu sekaligus menjadi lounching Dukcapil Go Digital dan Zero Waste, berlangsung selama dua hari yakni tanggal 9-10 November 2019, yang diikuti 283 orang unsur Dinas Dukcapil se-NTB dan Dinas PMD Dukcapil Provinsi NTB.

Tampak hadir Kadis PMD Dukcapil NTB Dr. Azhari dan Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid. (red)