in

Fasilitator di Lombok Utara Diduga Hambat Pencairan Dana RTG

kicknews,today – Salah satu aplikator di Lombok Utara merasa dirugikan dengan sikap fasilitator yang disebut enggan mencairkan pembangunan Rumah Tahan Gempa (RTG) di Desa Gili Indah Kecamatan Pemenang. Pasalnya, meski rumah pokmas sudah terbangun sampai 100 persen namun hingga kini, aplikator justru belum menerima pencairan tahap kedua sejumlah Rp 1.2 miliar. Hal ini diungkapkan Direktur PT. Kumac Platpac House Hun Hanie kepada wartawan, Kamis (8/11).

“Saya belum paham alasan Fasilitator yang tugasnya hanya mendampingi malah terkesan mempersulit pencairan dana RTG yang sudah selesai kami kerjakan,” ungkapnya.

Dijelaskan Hanie, PT. Kumac Platpac House dengan nama bangunan Kuat Mudah Aman dan Cepat (Kumac) merupakan RTG ke-8 yang mendapat rekomendasi Kementerian PUPR ini, membangun sekitar 47 unit di Dusun Gili Trawangan dan Gili Meno. Namun dalam prosesnya fasilitator mempersoalkan pondasi awal yang menggunakan batako sebagaimana kesepakatan warga. Sementara pihak fasilitator meminta supaya pondasi bisa menggunakan batu kali.

“Sampai sekarang belum bisa dicairkan lantaran Fasilitator enggan mendampingi pokmas dalam pencairan. Alasannya bermacam-macam mulai dari persoalan DED, spek, hingga ada beberapa warga menolak karena dianggap tidak sesuai harapan,” jelasnya.

“Kenapa kita tidak pakai batu kali karena sulit mencari bahannya di gili, makanya warga menyepakati menggunakan batako dan itu sudah ada berita acaranya,” imbuhnya.

Lebih lanjut, yang menjadi pertanyaan adalah kenapa sekarang muncul beberapa oknum warga dan fasilitator mempersoalkan setelah lima bulan rumah jenis Kumac ditempati warga. Pihaknya menegaskan, perusahaannya juga tidak ujuk-ujuk memulai membangun tanpa ada SPK yang ditandatangani oleh pokmas. Karena dua Pokmas di Gili Trawangan dan Meno juga tidak mempermasalahkan perihal pondasi bangunan.

“SPK keluar tanggal 3 Juli dan selesai satu bulan setelah kontrak ditandatangi. Harusnya sekarang ini kami sudah menerima pembayaran itu karena sudah tiga bulan selesai 100 persen. Namun apa yang kami terima sekarang ini, fasilitator tidak mau mendampingi pokmas untuk pencairan,” katanya.

Tidak sampai di sini, Kumac juga akan memberikan garansi hingga 25 tahun atas pembangunan rumah tersebut. Oleh karenanya, jika saat ini terdapat rumah yang rusak nantinya perusahaan akan memberikan kompensasi. Soal belum dicairkannya biaya pengerjaan rumah pihaknya akan berkoordinasi dengan BPBD Lombok Utara guna membahas persoalan ini.

“Kami beri jaminan berupa garansi 25 tahun. Jika ada keluhan kami langsung realisasikan meski hanya soal cat yang mengelupas pun kami akan perhatikan. Garansi yang kami berikan berupa anti air, rayap, api hingga anti tikus maupun ayam bahkan jika terjadi gempa lagi dan rusak kami akan ganti baru. Karena setruktur Kumac itu menggunakan bahan stroepom yang dilapisi piber,” pungkasnya.(Iko)