in

Diduga Ada Jual Beli Proyek di Dinas Kesehatan Lombok Timur

kicknews.today –Gerakan Kaum Sarungan Untuk Bangkit (GARANG) Lombok Timur membeberkan dugaan kasus jual beli proyek di lingkungan Dinas Kesehatan Lombok Timur di depan gabungan Komisi I DPRD Daerah setempat, Rabu (6/11). Sidang yang dipimpin Ketua Komisi II DPRD Lombok Timur, Ubaidillah dengan dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Lombok Timur , dr. H. Hasbi Santoso, Kepala Badan Kepegawaian Sumber Daya Manusia (BKPSDM), M. Isa dan anggota Gabungan Komisi I dan II DPRD Lombok Timur.

“Kami menduga ada praktik jual beli proyek di Dikes Lombok Timur, sehingga ini tentunya menjadi masalah yang harus disikapi serius oleh pihak DPRD dan Dikes Lombok Timur,” tegas Koordinator GARANG Lombok Timur, M. Fahrurroji.

Oleh karena itu, lanjutnya kami meminta kepada Kepala Dikes Lombok Timur untuk memberikan penjelasan mengenai masalah ini, agar tidak menimbulkan opini publik yang lebih besar lagi. Karena kami menduga dalam praktik ini sudah lama terjadi dan diduga dilakukan secara sistematis sehingga sulit diketahui publik.

“Apakah benar ada dugaan jual beli proyek ataukah tidak,” ujarnya penuh tanda tanya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dikes Lombok Timur, dr. H.Hasbi Santoso membantah dengan tegas adanya dugaan praktik jual beli proyek di OPD yang dipimpinnya. Karena apa yang dilakukan dengan mengacu pada aturan main yang ada.

“Tidak benar kalau ada jual beli proyek di Dikes Lombok Timur,” ujarnya.

Sementara itu, lanjutnya, kalau ada silahkan tunjukkan buktinya untuk kemudian nantinya akan menjadi evaluasi kedepannya agar tidak terulang lagi.

“Kami minta pengawasan dari LSM dan DPRD terhadap berbagai kegiatan yang ditangani Dikes, karena kalau memang ada segera dilaporkan untuk kami lakukan peneguran,” tegasnya.

Ditempat yang sama Ketua Komisi II DPRD Lombok Timur, M.Ubaidillah mengatakan terhadap apa yang disampaikan GARANG mengenai masalah dugaan jual beli proyek itu tentunya sangat bagus sekali, akan tapi hendaknya harus dilengkapi dengan bukti yang kuat.

” Kalau memang ada bukti silahkan tunjukkan untuk menjadi bahan evaluasi kedepannya agar tidak terulang lagi,” ujar Ubaidillah. (Sul)