in

Tata 3 Destinasi, Disbudpar KLU Gelontorkan Rp 8 Miliar

Danau di Gili Meno yang akan ditata Disbudpar KLU (foto: rico)

kicknews.today – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Lombok Utara pada tahun 2020 nanti akan menata 3 destinasi. Destinasi tersebut notabene terdampak bencana gempabumi Agustus 2018 lalu. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Bidang (Kabid) Penataan Destinasi Pariwisata Disbudpar KLU I Wayan Bratayasa, Senin (28/10).

“Ada tiga yang ditata, pertama Gili Meno, kedua di Senaru, dan terakhir di Air Terjun Kertagangga,” ungkapnya.

Penataan ditekankan pada penambahan sejumlah fasilitas maupun sarana di destinasi tersebut. Untuk Gili Meno, destinasi yang bakal disasar yaitu danau yang ada di sana. Untuk Senaru, akan ditambah penalutan dibeberapa ruas jalan menuju Air Terjun Sendang Gila dan Tiu Kelep. Khusus di Air Terjun Kertagangga, akan dibangun pagar pembatas.

“Di danau akan ditaruh gazebo, dibangun jalan setapak dan fasilitas lain. Di Senaru itu talud lanjutan, karena tahun ini cuma kita anggarkan Rp 2 milliar. Kalau di Kertagangga kita bangun pagar pembatas,” jelasnya.

Total anggaran yang dikucurkan untuk penataan 3 destinasi wisata ini mencapai Rp 8 miliar yang sumber anggarannya berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) pemerintah pusat. Sebesar Rp 5 miliar di alokasikan ke Gili Meno, Rp 2 miliar ke Senaru, dan sisanya ke Destinasi Air Terjun Kertagangga.

“Itu piur dari pusat yang kita ajukan. Nanti tander sekitar bulan Maret 2020 dan target tuntasnya sebelum 31 Desember tahun depan. Kita inginnya cepat, tapi tunggu petunjuk dari pusat seperti apa,” katanya.

Brata menegaskan, pembangunan pariwisata mesti sinkron dengan kebutuhan maupun market wisatawan. Sehingga yang diharapkan dengan kehadiran destinasi ekonomi yang ada di masyarakat bergerak dan bisa meningkat. Tentu impactnya yaitu angka kemiskinan bisa menurun. Tetapi lebih daripada itu, kolaborasi antar dinas lain juga penting karena Disbudpar dikatakan hanya sebatas penyediaan sarana saja tak termasuk akses pendukung lain. Seperti jalan menuju ke destinasi hingga lapak-lapak dagangan.

“Pembangunannya tentu bergiliran terhadap mana-mana skala prioritas. Karena kegiatan pariwisata itu supaya  ekonomi di sekitar dapat meningkat. Tentu harus ada kolaborasi, dan yang penting dampaknya bisa dirasakan,” tuturnya.

“Untuk tahun 2021 usulannya (yang dapat DAK pusat) lain lagi. Kita prioritaskan Pantai Jambianom dan sepanjang Pantai Beraringan. Tahun 2022 baru kita kembali garap Air Terjun. Misalnya seperti Tiu Teja dan sebagainya,” imbuhnya.(iko)