in

Kawis Krisant Binaan PLN UIW NTB Tampil di Ajang Festival PLN Peduli

Stand Kawis Krisant menjadi sorotan dan diserbu pengunjung saat Festival PLN Peduli

kicknews.today – PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB), mempromosikan Kawasan Wisata Kreatif Sampah Terpadu (Kawis Krisant) Kebon Lelang, di ajang Festival PLN Peduli yang digelar di PLN Kantor Pusat, Jakarta, Senin-Rabu (21-23/10).

Senior Manager SDM dan Umum PLN UIW NTB Sumarno mengatakan, pengikutsertaan Kawis Krisant Kolebon Lelang di ajang Festival PLN Peduli ini, merupakan salah satu bentuk promosi dan dukungan PLN UIW NTB dalam mengenalkan Kawis Krisant di tingkat nasional.

“Harapannya, dengan kegiatan ini Kawis Krisant bisa semakin dikenal, tidak hanya di Lombok dan NTB, tetapi di seluruh Indonesia,” ungkap Sumarno, Rabu (23/10).

Dikatakan, kesempatan yang didapat Kawis Krisant itu karena keberhasilan sinergi PLN dan Kawis Krisant Kebon Lelang, sehingga meraih penghargaan Kategori Kota dan Pemukiman Berkelanjutan pada Indonesia Social Development Goal Awards 2019.

Sementara Manager Komunikasi PLN UIW NTB Taufiq Dwi Nurcahyo, kepada kicknews.today, Kamis (24/10), mengatakan bahwa dalam festival tersebut Kawis Krisant Kebon Lelang, menampilkan beberapa kreasi kreatif berbahan dasar sampah.

“Pada Festival PLN Peduli ini, Kawis Krisant memamerkan berbagai hasil kerajinan tangan yang berasal dari olahan sampah, seperti dompet dan sepatu dari karet ban, serta keset yang berasal dari olahan sampah plastik,” ujarnya.

Untuk diketahui, Kebon Lelang merupakan sebuah kampung yang berada di Kecamatan Ampenan Kota Mataram, yang dulunya dikenal sebagai kawasan kumuh. Namun berkat kerjasama PLN UIW NTB dengan Siti Aisyah selaku penggagas Kawis Krisant, dalam menggerakan pemuda setempat sejak tahun 2017, lingkungan yang identik dengan sampah dan kekumuhan itu berubah drastis, menjadi kawasan wisata yang laik dikunjungi wisatawan.

Kini, dinding-dinsing berhias aneka gambar bercorak penuh warna-warni, memenuhi jalan masuk hingga tiap-tiap rumah penghuni kampung, di sepanjang hilir Sungai Jangkuk.

“Bersyukur, setelah edukasi dengan sabar, akhirnya masyarakat mau mengubah lingkungannya, lebih peduli pada kebersihan dan kesehatan,” kata Siti Aisyah.

Aisyah menuturkan, Kawis Krisant tidak semata-mata kampung dengan cat warna-warni di pinggir sungai. Akan tetapi wisatawan atau pengunjung juga dapat belajar, tentang bagaimana mengolah sampah menjadi barang bernilai ekonomi.

“Di tempat kami juga ada Bank Sampah NTB Mandiri, yang juga mitra binaan PLN UIW NTB. Di sana kita dapat belajar mengenai pengolahan sampah, sehingga memiliki nilai ekonomi,” ucap Aisyah. (red)

Penggagas Kawis Krisant Kebon Lelang saat Festival PLN Peduli