in

Gubernur NTB Jajaki Kerjasama Investasi dengan Denmark

Suasana pertemuan Gubernur NTB membahas kerjasama investasi dengan Dubes Denmark (Foto: Biro Humas dan Protokol Setda NTB)

kicknews.today – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) H. Zulkieflimansyah, Senin (21/10), bertemu Duta Besar Kerajaan Denmark untuk Indonesia Yang Mulia Rasmus A. Kristensen, di Rumah Dinas Dubes Denmark kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Pertemuan tersebut dibahas berbagai potensi kerjasama, mulai dari investasi program renewable energy (energi terbarukan), waste management (pengelolaan sampah) hingga persoalan pariwisata dan pendidikan.

“Paradigma Pemerintah Provinsi NTB saat ini adalah ramah investasi dan ramah kepada komunitas bisnis. Kami sangat terbuka dengan setiap langkah kerjasama dan penanaman modal atau investasi dari manapun, baik domestik maupun internasional, swasta maupun institusi negara. Kami mengajak Denmark, untuk ikut meramaikan investasi dan kerjasama berbagai bidang yang saling menguntungkan di NTB,” kata Gubernur.

Menurut Gubernur, portofolio Denmark di bidang teknologi pengembangan energi terbarukan, khususnya Pembangkit Listrik Tenaga Angin (Bayu), dipandang cocok dengan kondisi alam di NTB baik di Pulau Lombok maupun Sumbawa. Pun juga dengan yang lain seperti tenaga surya ataupun biomass.

“Dua pulau besar NTB, Lombok dan Sumbawa punya potensi besar untuk investasi di bidang pengembangan energi terbarukan, misalnya pembangkit listrik tenaga angin yang sudah maju di Denmark,” ujarnya.

“Untuk pembangkit listrik tenaga surya, kami sudah punya tiga PLTS di Sengkol, Selong, dan Pringgabaya yang masing-masing berkapasitas 7 MWp atau totalnya 21 MWp. Sementara untuk biomass kami punya ladang jagung, yang produksinya mencapai lebih dari 2 juta ton berdasar data 2018 lalu,” tambahnya.

Sedangkan untuk kebijakan Zero Waste Province, Gubernur sapaan Doktor Zul itu mengaku tertarik karena Denmark menerapkan undang-undang perlindungan lingkungan sejak tahun 1973. Artinya, Denmark telah puluhan tahun mengembangkan teknologi Zero Waste Management, dimana ia meyakini dapat diadopsi dan dikembangkan di NTB.

“Kami sediakan segala infrastrukturnya, mulai dari lahan, kemudahan survei, hingga fasilitas penunjang teknis dan lain-lainnya. Dari birokrasi, kami bantu kemudahan perizinan dan dukungan sumber daya yang ada,” tandas Doktor Zul.

“Intinya, NTB is a community business and investment-friendly,” imbuhnya.

Menanggapi paparan Gubernur NTB tersebut, Dubes Kerajaan Denmark Rasmus A. Kristensen yang didampingi Head of Energy Cooperation Thomas Caprla Henriksen, dan Head of Environmental Cooperation Morten Holm van Donk, menyambut baik peluang kerjasama tersebut.

“Saya sudah dengar dari Pak Morten dan timnya yang bisa dibilang sudah tak asing dengan Lombok dan Sumbawa, serta bertemu dengan sejumlah kepala dinas terkait lingkungan dan energi terbarukan. Potensi kerjasama investasi bidang pembangkit listrik tenaga biogas dan biomass dengan NTB sangat menarik, apalagi setelah mendengar langsung penjelasan Bapak Gubernur hari ini,” ujar Dubes Rasmus.

Disebutkan, Thomas dan Morten memiliki kapabilitas dan kapasitas yang tepat untuk merealisasikan kerjasama di bidang energi dan pengelolaan sampah, antara Provinsi NTB dengan Denmark. Pun bidang yang lain juga sangat terbuka untuk dikerjasamakan.

“Yang paling penting untuk menyegerakan kerjasama itu adalah data sharing dua pihak terkait kompetensi dan kapasitas. Maksud saya, kompetensi sumber daya manusia dalam pengembangan teknologi serta infrastrukturnya, dan kapasitas atau volume dari masing-masing bidang, seperti data kapasitas panen jagung atau bambu untuk biomass, dan volume sampah atau gas bumi untuk sumber daya biogas,” jelasnya.

Untuk itu, Dubes Rasmus mengatakan bahwa hubungan kerjasama itu akan diawali dengan pengiriman tim, untuk transfer teknologi dan pengetahuan baik tim dari NTB ke Denmark ataupun sebaliknya.

“Hal itu perlu sebagai bagian dari feasibility study untuk memastikan teknologi yang dikembangkan di Denmark, cocok dan sesuai dengan kondisi dan situasi lapangan di NTB. Transfer teknologi dan data juga penting, untuk memastikan kesinambungan kerjasama ini bisa berjalan dalam jangka panjang,” tandasnya.

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur NTB didampingi Staf Khusus Bidang Investasi dan Waste Management Lutfiya Al-Qarani. (red)