in

Artis Ibu Kota Meriahkan Pasar Rakyat Mandalika Sholah, Sholeh, Sholoh

kicknews.today- Bupati Lombok Tengah, H Moh Suhaili FT bersama Wakil Bupati Lombok Tengah, H Lalu Pathul Bahri serta pejabat lainnya, Jumat (18/10) pukul 20.30 wita resmi membuka kegiatan Pasar Rakyat Expo Mandalika Sholah, Sholeh, Sholoh yang dilaksanakan di Alun-alun Tastura Praya. Kegiatan Pasar Rakyat yang dilaksanakan dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Lombok Tengah ke 74 Tahun 2019 itu dimeriahkan oleh artis ibu Kota yakni Lesti Kejora, Jhoni Iskandar, Yunita Ababil dan Intan Ali serta artis lokal lainnya.

“Malam ini kita hadir semua melaksanakan berbagai macam rangkaian kegiatan mensyukuri HUT 74 Tahun Kabupaten Lombok Tengah,” ujar H Moh Suhaili FT.

Dijelaskan, bahwa kegiatan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah ini merupakan ikhtiar memperkuat persatuan dan kesatuan serta ikhtiar meningkatkan tarap hidup masyarakat Lombok Tengah khususnya. Kegiatan ini juga merupakan ikhtiar dalam mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Lombok Tengah.

“Setelah beberapa hari dan beberapa tahun ada kepenatan dan lelah. Malam ini kita mecoba ikhtiar berhibur bersama Artis Ibu Kota Lesti. Berhibur dan berhibur,” ujarnya.

Disampaikan, bahwa pada tahun 2021 Lombok Tengah akan menjadi tuan rumah pelaksanaan MotoGP di Sirkuit Mandalika Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan itu akan menjadi titik optimis Lombok Tengah dalam mewujudkan Lombok Tengah Bersatu (Beriman, Sejahtera dan Bemutu). Sehingga pelaksanaan Pasar Rakyat dan Job Fair yang akan dilaksanakan sampai tanggal 23 ini adalah salah satu persiapan menyambut pelaksanaan MotoGP tersebut.

“Dipasar rakyat ini semua tersedia mulai dari lontong hingga lauk pauk dan kebutuhan dapur lainnya,” ungkap Suhaili.

Ditegaskan, bahwa kegiatan yang dilaksanakan ini tidak ada kepentingan Politik, namun inilah cara ikhtiar Pemerintah Daerah membangun diri, membangun masyarakat, Bangsa dan Negara. Dirinya juga tidak mengajak masyarakat untuk hidup moderen yang akan lupa sejarah, namun semua itu tetap sesuai agama dan budaya.

“Ini bukan untuk kepentingan Suhaili-Pathul. Ini untuk kepentingan masyarakat,” pungkasnya. (Ade)