in

Kades di Lombok Timur Tuding Ada Oknum Broker Bermain di Perusahaan Tembakau

kicknews.today – Ketua Koordinator Kecamatan Terara, Hamdan Firdaus menuding ada oknum broker bermain dibalik pembelian tembakau di perusahaan yang ada di wilayah Kabupaten Lombok Timur. Salah satunya di perusahaan PT Indo Kasturi Perkasa (IKP) yang lokasinya di jalan Prabubayar Kecamatan Terara. Demikian ditegaskan Ketua Koordinator Kecamatan Terara, Hamdan Firdaus dihadapan pimpinan PT IKP, M. Yusuf dan Humas PT IKP, Abdul Wahid saat mendatangi gudang perusahaan tersebut bersama sejumlah Kepala Desa di Lombok Timur, Senin (14/10).

” Kami menuding ada oknum broker yang bermain di perusahaan ini, sehingga akibatnya merugikan petani yang akan menjual tembakaunya,” tegasnya.

Selain itu, kata, Hamdan Firdaus yang juga Kades Selagik, pihaknya meminta kapada pihak perusahaan untuk jangan memanfaatkan oknum broker-broker yang ada di perusahaan tersebut. Karena itu yang menyebabkan terjadi masalah saat ini.

“Akan tetapi hendaknya memanfaatkan lembaga yang ada agar tidak terjadi kecemburuan sosial didalamnya,” ujarnya.

Begitu juga pihaknya menyinggung dengan adanya orang dari luar wilayah Lombok Timur kenapa bisa masuk, begitu juga halnya ada oknum polisi pamong praja juga bisa masuk, sehingga ini menjadi masalah. Untuk dicarikan solusi penyelesaiannya.

“Sebenarnya perusahaan tidak ada masalah akan tapi kenapa orang diluar wilayah bisa masuk ke perusahaan dan oknum broker, sehingga ini yang harus ditertibkan oleh perusahaan dengan melakukan pengkajian,” tukasnya.

Hal yang sama dikatakan Kades Borok Toyang, Ahyar Rosidi mengakui kalau banyak oknum broker yang diduga  bermain dibalik pembelian tembakau di perusahaan tersebut, termasuk di perusahaan PT IKP sehingga ini yang menjadi masalah.

“Kalau tidak percaya silahkan tanya kepada petani tembakau mengenai masalah oknum broker yang diduga bermain perbelian tembakau di perusahaan,” tukasnya.

Semnetara pimpinan PT IKP, M.Yusuf menegaskan pihaknya merupakan perusahaan baru dengan tidak banyak mengenal, akan tapi kenapa banyak yang datang menjual kesini, sedangkan kalau ada kekurangan tentunya mohon dimafaatkan.

“Yang jelas kami melakukan pembelian sesuai dengan kemampuan dan tidak ada yang saya kenal,” tegasnya.

Hal yang sama dikatakan Humas PT IKP, Abdul Wahid menegaskan meminta kepada koordinator forum kecamatan Terara untuk memberikan data mengenai masalah oknum broker-broker yang bermain dibalik perjualan tembakau milik petani yang perusahaan tersebut.

Sehingga tentunya dengan data itu pihaknya akan mudah untuk mengambil sikap dan langkah-langkah yang kongrit,dengan melakukan pembenahan didalamnya.

“Silahkan tunjukkan data mengenai masalah broker tersebut agar menjadi jelas,” pungkasnya. (Sul)