in

Wirid 9 Mulai Dilaunching di Lombok Tengah

kicknews.today – Pengurus Cabang (PC) Nahdlatul Ulama (NU) Lombok Tengah (Loteng), Sabtu (12/10) pukul 20.00 wita melaunching wirid siwaq (9) yang p disusun oleh tim penyusun wirid Nahdlatul Ulama (NU) di Yayasan Pompes Attamimy Berangsak, Kelurahan Praya. Launching yang dihadiri ribuan santri dan warga Nahdiyin serta para ulama itu, sebagai bentuk jawaban dari kerinduan para jamaah NU akan adanya “wirid pemersatu”.

Kegiatan itu juga dihadiri oleh Pengurus Besar (PB) NU, KH Abdul Manan Gani, Rais Suriyah NU TGH, Lalu M.Turmuzi Badaruddin, Rais Syuriah PC NU Lombok Tengah, Ma’rif Makmun, Kapolres Lombok Tengah, Kodim 1620 Praya, Wakil Bupati Lombok Tengah, H Lalu Pathul Bahri dan masyarakat.

Wakil Bupati Lombok Tengah, H Lalu Pathul Bahri mengatakan, bahwa launcing wirid siwaq ini merupakan kado untuk hari santri Nasional dan HUT Lombok Tengah ke -74 dan dirinya mengucapkan terimakasih kepada tim penyusun atas wirid siwaq yang selama ini dirindukan oleh masyarakat.

“Hajatan wirid 9 ini adalah untuk menyatukan semua wirid yang selama ini diamalkan,” ujar H Lalu Pathul Bahri.

Dijelaskan, jika lembaga pendidikan yang didirikan oleh NU hampir merata disemua Desa, jadi tidak hanya dalam skala Nasional saja, namun ditingkat lokal khususnya di Lombok Tengah. NU aktif membangun dengan membina masyarakat melalui lembaga pendidikan.

“Pemerintah Daerah juga menyampaikan selamat atas dilaunchingnya wirid siwaq, semoga wirid ini dapat diamalkan oleh seluruh jamaah sehingga Lombok Tengah semakin berkah,” terangnya.

Dijelaskan, bahwa wirid ini merupakan jawaban atas kerinduan jamaah NU akan adanya wirid pemersatu dari sekian banyak wirid yang diamalkan dan diijazahkan oleh para Masyaikh NU.

“Wirid siwaq merupakan untaian wirid yang diramu menjadi satu ditengah- tengah berbagai wirid NU yang telah lama menjadi amalan jamaah Nahdiyyin baik secara Munfarid maupun berjamaah,” jelasnya.

Sementara itu, Rais Syuriah PC NU Lombok Tengah, TGH Ma’rif Makmun menegaskan, ide dan gagasan para kiyai NU dalam mewujudkan keinginan jamaah NU untuk memiliki keseragamana amaliah atau wiridan telah rampung diselesaikan. Dengan kerjakeras berupaya semaksimal mungkin mengumpulkan wirid atau amalan tetap untuk warga nahdiyin yang diambil dari petikan wiridan ulama salafusshalih.

“Wirid tersebut telah nyata berkah dan nyata kemuliyaannya. Sebagaimana diketahui bahwa wirid itu ruh yang menjiwai penyusunan dan pengamalnya, semoga kita dapat menjiwai perjuangan para ulama juga salafussalih,” pungkasnya. (Ade)