in

Satlantas Polres Lombok Tengah Tilang Mobil Pick Up Angkut Penumpang

kicknews.today –Satuan Satlantas Polres Lombok Tengah (Loteng) melakukan razia di sepanjang jalan Bypass Bandara Lombok Internasional Airport (LIA) Lombok Tengah. Dalam razia itu 16 mobil pick up yang mengangkut penumpang ditilang untuk memberikan tindakan tegas.

“Dari 16 pengendara pick Up yang ditilang, 6 mobil diamankan, karena memang melanggar aturan lalu lintas,” tegas Kasat Lantas Polres Lombok Tengah, AKP Marully di kantornya, Kamis (10/10).

Dijelaskan, kendaraan mobil pick up dilarang untuk mengangkut penumpang, hal itu tertera dalam aturan Pasal 303 dan UU No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dan Angkutan Jalan (LLAJ) serta Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2014 tentang Angkutan Jalan dan PP Nomor 55 Tahun 2012 tentang Kendaraan, untuk menjamin keselamatan, keamanan dan kenyamanan penumpang kendaraan khususnya roda empat dan atau lebih, sudah memberikan penegasan.

“Pada Pasal 153 ayat 2 UU Nomor 22 Tahun 2009, angkutan orang dengan tujuan tertentu diselenggarakan wajib dengan menggunakan mobil penumpang umum atau mobil bus,” jelasnya.

Lebih lanjut, dikatakan pada Ayat 2 dalam melaksanakan kegiatan mobilisasi angkutan orang sebagaimana peraturan perundangan tersebut tidak diperkenankan dalam mobilisasi angkutan orang menggunakan kendaraan barang dan atau kendaraan bak terbuka. Selanjutnya pada Ayat 3 disebutkan bahwa untuk menjamin keselamatan, keamanan, kenyamanan angkutan orang, diminta kepada semua pihak baik perusahaan, swasta, perorangan dalam hal melakukan kegiatan angkutan orang tidak menggunakan kendaraan barang jenis truk, pikap dan kendaraan bak terbuka lainnya.

“Untuk hari ini kami melakukan razia di sepanjang jalan bypass Labulia sampai Bandara LIA. Ini kami lakukan karena kami tahu jalur ini sering dilintasi oleh pengendara pick up yang membawa penumpang,” tegasnya.

Ia menyatakan, sebelum melakukan penindakan berupa tilang ini, pengemudi pick up mengangkut orang sebelumnya sudah diberi teguran lisan dan teguran tertulis. Pihaknya juga memberikan imbauan-imbauan Kamseltibcarlantas kepada pengemudi maupun penumpang.

Dia menambahkan, pikap yang membawa penumpang itu membahayakan dan mengancam nyawa penumpang sendiri. Sehingga bisa membahayakan kendaraan lain.

”Guna mengantisipasi adanya kecelakaan fatal, kami memberikan warning kepada sopir mobil bak terbuka,” tambahnya.

Banyak contoh kejadian kecelakaan kendaraan bak terbuka yang membawa banyak penumpang. Namun, tetap saja banyak masyarakat yang belum melek tentang berpotensi terjadi kecelakaan.

“Jadi, penindakan yang dilakukan ini bukan mencari-cari. Justru menyanyangi masyarakat yang salah kaprah menggunakan atau menaiki kendaraan terbuka yang berbahaya dan berpotensi kecelakaan,” pungkasnya. (Ade)