in

Manfaatkan Libur Akhir Pekan, Kadis Perdagangan “Goes to School” bersama FKSM NTB

Kadis Perdagangan NTB Dra. Hj. Putu Selly Andayani saat berinteraksi dengan siswa-siswi SMKN 7 Mataram

kicknews.today – Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), tak ingin libur akhir pekannya sia-sia begitu saja. Buktinya, Sabtu (21/9), Dra. Hj. Putu Selly Andayani, M.Si. memanfaatkannya untuk berinteraksi dengan siswa-siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 7 Mataram, dalam gelaran “Goes to School” yang digagas Forum Komunikasi Sales dan Marketing (FKSM) NTB.

Dalam kesempatan tersebut, Kadis Perdagangan yang akrab disapa Hj. Selly itu mengawali interaksinya dengan mengatakan, era digital harus mampu dimanfaatkan dengan baik dan bijak., khususnya dalam proses jual beli atau pemasaran.

“Sekarang kan kita berada di era yang serba digital. Jadi, ini harus bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, terutama dalam memasarkan hasil produk kepada konsumen,” ungkap Hj. Selly.

Dikatakan, pihaknya mengapresiasi setiap kegiatan yang bertujuan positif seperti yang diprogramkan FKSM NTB. Pun dengan kegiatan pameran hasil produk, yang digelar sekali sebulan oleh Tim Kreatif SMKN 7 Mataram.

“Tadi ibu guru cerita kalau tadi di halaman sekolah ada pameran hasil karya anak-anak, ini bisa membantu orang tua ya. Jangan kerjanya sama orang tua nadong dan minta uang saja, tapi kalau dapat duit jangan dipakai untuk beli narkoba, ingat itu ya,” tutur Hj. Selly yang diiyakan para siswa-siswi.

Dengan bahasa pendekatan antara ibu dan anak yang diselingi joke-joke yang disenangi ABG (Anak Baru Gede), Kadis Perdagangan NTB yang pernah menjadi penjabat Walikota Mataram itu, juga memberikan kiat-kiat menjadi konsumen cerdas di era digital.

“Karena sekarang eranya era digital, bisa belanja lewat online, bisa menjual juga lewat online, sehingga anak-anak semua harus cerdas membeli barang yang dijual lewat online,” ucapnya.

Terkait dengan hal itu, Hj. Selly menekankan kepada para siswa agar cerdas dalam membeli sesuatu kebutuhan, mengingat saat ini Indonesia telah memasuki era revolusi industri 4.0. Dimana perputaran produk industri tidak dibatasi, dalam arti bahwa barang dari luar negeri bebas masuk ke Indonesia, pun demikian sebaliknya.

“Jadi, anak-anak sekarang tidak boleh tidak menjadi konsumen cerdas, harus dilihat produknya, harus dilihat kemasannya, jangan mau mengkonsumsi atau memakan produk yang tidak ada bahasa Indonesia nya,” pesannya mengingatkan.

“Ini nanti disampaikan ke adik-adik kita, ke orang tua, mungkin orang tua juga belum mengerti tentang itu. Anak-anak juga harus ikut memberikan pencerahan kepada masyarakat. Sampaikan apa pesan bunda tadi, harus teliti, harus dilihat produk dan kemasannya, lihat kadaluarsanya,” tambahnya.

Guna memberikan motivasi kepada para siswa, Hj. Selly juga menuturkan bahwa Gubernur dan Wakil Gubernur, melalui program-program unggulan NTB Gemilang sedang berupaya mengangkat kearifan lokal NTB.

“Bapak Gubernur dan Ibu Wakil Gubernur saat ini sedang mengangkat kearifan lokal NTB, seperti menggalakkan tenun baik menggunakan ATBN (Alat Tenun Bukan Mesin), bisa juga dengan gedogan atau nyesek (tenun lokal Sasak, red),” tuturnya.

Dijelaskan, sebagai implementasi digalakkannya tenun tersebut, Pemprov NTB rencananya akan menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub), yang akan mengatur kaitannya dengan penggunaan tenun NTB, di semua instansi pemerintah dan lembaga pendidikan.

“Itu maksudnya biar semua bisa bergerak, ekonomi kreatif atau ekonomi kerakyatan itu bergerak, tidak ada pengangguran, tidak ada yang kerjanya negatif. Semua bekerja,” jelasnya.

Sementara Ketua FKSM NTB Jefri Muhammad ditemui usai acara mengungkapkan, kegiatan itu merupakan kegiatan “FKSM NTB Goes to School” kedua, setelah sebelumnya dilaksanakan di SMKN 2 Kuripan, Lombok Barat.

“Kegiatan ini adalah yang kedua. Kami dari FKSM sangat berterimakasih atas sambutan dari pihak sekolah, baik Kepala SMKN 7 Mataram dan para dewan guru juga siswa, sehingga kegiatan ini berjalan lancar sesuai yang direncanakan. Khusus kepada Ibu Kadis Perdagangan, atas nama FKSM NTB kami sangat berterimakasih atas dukungan dalam setiap kegiatan yang kami programkan” ungkapnya.

Dikatakan, selain untuk memperkenalkan FKSM di dunia pendidikan, kegiatan itu bertujuan guna memberikan edukasi dan pemahaman kepada para siswa, terkait dunia sales dan marketing khususnya untuk jurusan pemasaran.

“Mindset anak-anak sekolah sekarang ini kebanyakan lebih mengarah setelah lulus jadi pegawai negeri. Ini yang akan kita rubah pelan-pelan, sehingga setelah lulus sekolah para siswa-siswi tidak menjadi pengangguran,” ujarnya.

“Muaranya nanti FKSM akan membuat suatu lembaga kursus yang khusus di bidang marketing. Siswa-siswi yang telah lulus sekolah nantinya bisa ikut bergabung, dan setelah selesai kursus kita garansi kerja,” tandas Jefri.

Sementara Kepala SMKN 7 Mataram melalui Kasubbag Humas Bapak… mengapresiasi kegiatan yang digelar FKSM NTB, dengan harapan kegiatan itu dapat bermanfaat khususnya bagi siswa-siswi.

“Mewakili Bapak Kepala SMKN 7 Mataram, Kami sangat berterimakasih atas kunjungan silaturrahmi dari forum FKSM. Tadi saya mengikuti acaranya, ternyata salesman itu keren-keren, dan tidak seperti pandangan atau penilaian yang berkembang di masyarakat, bahwa pekerjaan sales itu tidak atau kurang bonafide, itu salah besar,” ungkapnya.

Menurutnya, menjadi seorang sales marketing adalah sebuah profesi, dimana materi yang diberikan para mentor dalam kegiatan itu, sangat tepat atau cocok untuk siswa SMKN 7 Mataram.

“Materinya sangat cocok dan tepat sekali, karena anak-anak di SMKN 7 Mataram ada yang Jurusan Pemasaran. Selain itu cocok karena di sini juga punya produk kreatif juga, yang nantinya memang tidak ke arah kuliah anak-anak SMK, tapi lebih mengarah untuk penyiapan tenaga siap kerja dan membuat lapangan kerja baru,” ujarnya. (red)

Foto bersama usai kegiatan FKSM NTB Goes to School di Aula SMKN 7 Mataram