in

KKP RI dan Pemerintah Daerah Kampanyekan Gemarikan di Lombok Barat

Foto bersama saat kegiatan Kampanye Gemarikan di Lombok Barat

kicknews.today – Mengingat rata-rata tingkat konsumsi ikan masyarakat Indonesia dinilai masih rendah, Selasa (17/9), Direktorat Jenderal (Dirjen) Pemasaran Pengolahan Produk pada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, menggelar kegiatan Kampanye Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan), di Desa Penimbung Kecamatan Gunungsari Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Dirjen. Pemasaran Pengolahan Produk KKP RI Mahmud dalam kesempatan itu mengungkapkan, KKP selama tahun 2019 terus gencar mengkampanyekan Gemarikan. Program ini juga dimaksudkan untuk mendukung program nasional penanganan stunting, pun mendukung program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) di Indonesia.

“Penurunan angka stunting bisa diturunkan dengan gemar makan ikan,” ujar Mahmud.

Dalam kesempatan itu, Mahmud juga mengajak masyarakat Lombok Barat dan NTB memperbanyak mengkonsumsi ikan, karena ikan merupakan salah satu sumber protein hewani terbaik, untuk pemenuhan gizi keluarga serta bermanfaat untuk kesehatan dan tumbuh kembang anak.

Sementara Wakil Bupati Lombok Barat Hj. Sumiatun yang hadir dalam kegiatan itu mengungkapkan, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat terus bergerak menekan angka kasus stunting, yang salah satunya dengan mensosialisasikan Gemarikan di setiap kesempatan.

Dikatakan, keterlibatan seluruh sektor termasuk peran Tim Penggerak PKK, sehingga Lombok Barat mampu menurunkan angka kasus stunting secara signifikan, dan terpilih menjadi salah satu daerah percontohan penurunan stunting di Indonesia.

“Ini karena kerja keras semua pihak untuk menurunkan angka stunting di Kabupaten Lombok Barat. Angka stunting di Lombok Barat terus menurun signifikan dilihat dari 10 desa yang menjadi locus. Contohnya di Desa Mambalan dan Desa Penimbung, dari tahun 2018 angka stanting di dua desa ini cukup tinggi yakni 41,02 persen dan 30,20 persen,” sebut Hj. Sumiatun.

“Untuk tahun 2019 ini turun menjadi 8,99 persen dan 15, 72 persen, dan untuk tahun 2019 Pemerintah Lombok Barat kembali memperluas locus prioritas stunting menjadi 20 desa,” lanjutnya.

Untuk diketahui, tahun 2016 Lombok Barat mampu menurunkan angka stunting sebanyak 16 poin, yakni dari 49 persen menjadi 32 persen. Sedangkan data pada Februari 2019, angka kasus stunting berhasi ditekan menjadi 25 persen.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) NTB Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, usai kegiatan mengatakan bahwa tingkat konsumsi ikan di NTB masih 25 kg/kapita/tahun. Artinya, masih berada di bawah rata-rata nasional yakni 50 kg/kapita/tahun.

“Ayo kita makan ikan setiap hari, karena ikan proteinnya sangat penting untuk kita semua, mudah, murah serta lengkap gizinya. Kalau kita makan ikan, insya Allah kita jadi cerdas, kuat, dan sehat untuk menuju kegiatan yang lebih baik lagi, dan anak-anak kita akan menjadi anak-anak yang lebih baik, lebih cerdas, dan lebih sehat,” ucapnya. (red)