in ,

UNDP dan BAZNAS Luncurkan Program Kemitraan Desa Terdampak Gempa di Lombok Utara

Wakil Kepala Perwakilan UNDP Indonesia Sophie Kemkhadze bersama unsur BAZNAS dan Bupati Lombok Utara saat acara peluncuran

kicknews.todayUnited Nations Development Programme (UNDP) bersama Badan Amil Zakat Nasional (BASNAS), Jumat (13/9), meluncurkan program kemitraan guna mendorong pembangunan ekonomi di sebuah desa pertanian, yang dilanda gempa Lombok tahun 2018 lalu. Program kemitraan tersebut diluncurkan di Desa Sambik Elen Kecamatan Bayan Kebupaten Lombok Utara (KLU).

Diketahui, pada Agustus 2018 lalu Pulau Lombok dilanda gempa bumi beruntun, yang diawali gempa berkekuatan 7,0 Skala Richter (SR), yang menewaskan 564 orang dan menyebabkan 400.000 orang lainnya hidup di kamp-kamp pengungsian. Selain itu, gempa juga merusak lebih dari 70.000 rumah dan infrastruktur utama kegiatan ekonomi pertanian. Desa Sambik Elen yang merupakan daerah pemroduksi utama kopi dan kacang mete di Lombok Utara, merupakan salah satu daerah yang mengalami dampak terparah.

Kegiatan yang digelar di Lombok itu, diselenggarakan seminggu setelah Badan Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDP) dan BAZNAS, meluncurkan sebuah desa agrowisata di Jambi, yang merupakan salah satu kantong komoditas utama Indonesia. Dimana program kemitraan ini merupakan bagian dari kolaborasi yang lebih besar, terkait tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), sebagai kelanjutan pembangunan pembangkit listrik mikrohidro di provinsi Jambi tahun lalu.

Komisioner BAZNAS Nana Mintarti menyampaikan, di bawah kemitraan iti penduduk Desa Sambik Elen akan belajar keterampilan baru untuk meningkatkan produksi tanaman, memelihara perkebunan, dan menciptakan produk jadi untuk membangun usaha ekonomi menggunakan komoditas lokal.

“Kolaborasi kami dalam meningkatkan pembangunan ekonomi lokal di Sambik Elen akan mencakup beberapa potensi di sana seperti jambu mete, kopi, porang, madu Trigona, dan UKM” kata Nana Mintarti.

Sementara Wakil Kepala Perwakilan UNDP Indonesia Sophie Kemkhadze, dalam kesempatan tersebut mengatakan bahwa pemanfaatan ekonomi lokal, akan memberikan kesempatan bagi desa yang dilanda gempa, untuk membangun kembali dengan lebih baik.

“Keterampilan baru dan pemahaman tentang produksi pertanian diperlukan, untuk meningkatkan mata pencaharian petani. Keterampilan baru seperti itu sangat diperlukan, untuk mempercepat proses pembangunan kembali di daerah yang dilanda gempa,” ungkapnya.

Dikatakan, melalui kemitraan tersebut akan dapat menciptakan peluang besar bagi penduduk desa di Sambik Elen, untuk membangun kembali dengan lebih baik, setelah selamat dari salah satu bencana besar dalam beberapa tahun terakhir.

“Ini juga merupakan peluang untuk menciptakan sumber pendapatan baru, bagi kelompok-kelompok yang terpinggirkan, termasuk perempuan,” ucap Kemkhadze.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Lombok Utara H. Najmul Akhyar menyampaikan apresiasinya kepada BAZNAS dan UNDP Indonesia, yang telah memberikan perhatian untuk pembangunan kembali Desa Sambik Elen. Pihaknya berharap, Desa Sambik Eleln dapat menjadi proyek percontohan ‘kebangkitan ekonomi lokal’ bagi desa-desa lainnya.

Untuk diketahui, bersama badan-badan PBB lainnya UNDP telah melaksanakan program bantuan bencana cepat di Lombok, untuk mendukung upaya pemulihan pasca bencana tahun 2018. Dimana sebagian dana berasal dari sumber daya UNDP sendiri dan Dana Tanggap Darurat Pusat PBB.

Hasil dari inisiatif ini adalah untuk meningkatkan keberlanjutan sektor pertanian di desa, dengan memberikan bantuan teknis baik on-farm maupun off-farm. Setelah mengidentifikasi fitur potensial di Sambik Elen, peluang nilai tambah dapat diberikan kepada petani lokal untuk pencapaian keuntungan yang signifikan. Pengembangan peralatan produksi melalui pinjaman lunak dan hibah mikro yang ditargetkan diharapkan di desa itu.

UNDP berharap inisiatif pembangunan ekonomi lokal itu, akan mengakomodasi upaya untuk mengentaskan kemiskinan, di daerah yang terkena bencana alam untuk mencapai SDGs, terutama penekanannya terhadap tujuan peniadaan kemiskinan, pekerjaan yang layak, dan pertumbuhan ekonomi. (red)

Wakil Kepala Perwakilan UNDP Indonesia saat berinteraksi langsung dengan warga Sambik Elen