in

Setahun Berjualan Sabu, Dua IRT di Mataram Diringkus Polisi

Barang bukti yang berhasil diamankan saat penangkapan

kicknews.today – Tim Gabungan Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Mataram, bersama anggota Satuan Sabhara, serta anggota Provost dan dibantu K9 Direktorat Sabhara Polda Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (13/9), meringkus dua ibu rumah tangga (IRT) yang diduga kerap melakukan transaksi narkoba jenis sabu, di Karang Bagu Kelurahan Karang Taliwang Kecamatan Cakranegara Kota Mataram, NTB.

Kapolres Mataram melalui Kasat Resnarkoba AKP Kadek Adi Budi Astawa, SIK. menyampaikan, penangkapan itu dilakukan berkat informasi dari masyarakat yang diterima anggota Opsnal Satresnarkoba Polres Mataram, bahwa sebuah rumah di Jalan Semangka RT/RW 002/170 Lingkungan Karang Bagu, sering dijadikan sebagai tempat transaksi narkoba.

“Pada hari Jumat tanggal 13 September 2019 sekitar pukul 16.00 Wita., anggota Opsnal Satresnarkoba Res Mataram mendapatkan informasi dari masyarakat Karang Bagu, bahwa sering terjadi transaksi narkoba,” ungkapnya, Senin (16/9).

Dikatakan, kedua pelaku masing-masing inisial HL (40) pemilik rumah yang menjadi tempat kejadian perkara (TKP), dan inisial AI (36) warga Lingkungan Pusaka Kelurahan Pejanggik Kecamatan Mataram Kota Mataram.

“Biasanya perempuan ini memesan 10 poket sabu melalui handphone. Begitu barangnya habis terjual, dia memesan lagi, begitu seterusnya. Aktivitas pelaku telah dilakukan selama satu tahun,” katanya.

“Dari masing-masing poketan dia melakukan pengurangan, sehingga dari empat poketan dia mendapat keuntungan satu poket,” imbuhnya.

Dijelaskan, saat penyidikan dilakukan anggota melihat adanya orang yang bukan warga setempat, keluar masuk pekarangan rumah milik HL.

“Saat anggota melakukan pemeriksaan di sekitar lingkungan pekarangan rumah, ada dua orang perempuan yang berada di tempat tersebut,” ujarnya.

“Saat akan dilakukan pemeriksaan, salah satu perempuan berusaha melarikan diri melewati belakang rumah, akan tetapi berhasil diamankan oleh anggota yang melakukan pemeriksaan,” lanjutnya.

Dikatakan, hasil pemeriksaan terhadap perempuan yang berusaha melarikan diri itu, anggota mengamankan barang bukti berupa satu buah tas warna pink, di dalamnya terdapat satu plastik klip berisikan sembilan klip bening berisikan kristal bening, diduga narkotika jenis sabu dengan berat brutto 3,14 gram, dua buah pipet plastik berbentuk runcing diduga sebagai skop sabu, dan uang tunai sejumlah Rp 4.645.000.

“Barang-barang tersebut dilihat oleh anggota Satresnakoba, berusaha dibuang perempuan yang akan melarikan diri, saat dilakukan pengamanan,” ujarnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan di lingkungan sekitar, di atas genteng ditemukan sebuah dompet berisi empat buah plastik klip bening, di dalamnya berisikan kristal bening diduga narkotika jenis sabu dengan berat brutto 8,08 gram.

Selain itu, ditemukan sebuah plastik klip di dalamnya terdapat tujuh klip bening, berisi kristal bening diduga sabu dengan berat brutto 2,64 gram, sedangkan di atas sumur belakang rumah ditemukan kriatal bening diduga sabu dalam kemasan 15 klip bening dengan berat brutto 3,72 gram.

“Total dari semua klip bening yang berisikan kristal beningĀ  yang diduga narkotika jenis sabu berat brutto 14, 44 gram. Tidak diketahui pemilik barang tersebut,” jelasnya.

Sementara di teras rumah anggota Satresnarkoba mengamankan sebuah buku catatan, di kamar HL ditemukan sebuah handphone merek Samsung warna hitam.

“Dari kamar anak dari perempuan tersebut, ditemukan satu buah handphone merk Apple, dan satu buah dompet yang berisikan pisau taji,” ungkapnya.

Saat ini kedua terduga beserta barang bukti diamankan di Mapolres Mataram, guna dimintai ketarangan atas kepemilikan semua barang bukti. (red)