in

Padukan Food and Culture Cara Edukasi Bule di Gili Trawangan

Sejumlah wisman saat mengambil makanan di dulang pesaji (foto: rico)

kicknews.today – Wisatawan mancanegara (wisman) di Gili Trawangan diberi edukasi mengenai adat budaya khususnya Lombok Utara. Hotel Wilson’s Retreat pada Rabu (11/9) mengadakan event bertajuk Food and Culture Night yang rupanya mampu menarik rasa ingin tahu mereka. Makanan khas adat disuguhkan pun dengan tarian dan dilengkapi oleh alunan musik gamelan.

General Manager (GM) Hotel Wilson’s Retreat Lalu Kusnawan mengungkapkan, tujuan diselenggarakan kegiatan ini piur untuk mengangkat budaya lokal yang dipadukan dengan makanan. Sebab menurutnya porsi edukasi soal adat di tiga gili dirasa minim. Oleh sebab itu pihaknya merasa tergugah memperkenalkan adat budaya dengan harapan dapat di dokumentasikan dan memberi kesan yang baik bagi wisatawan setelah mereka pulang ke Negara asalnya.

“Yang saya lihat bahwa masih sedikit jatah porsi kebudayaan daerah yang dibawa untuk pariwisata. Saya coba melalui beberapa event sebelumnya kita pernah mengadakan event serupa dan skalanya lebih besar. Kita mendorong masyarakat untuk jadi depan, dan sekarang ini kita mencoba memberikan atraksi yang sama terutama wisatawan yang ada di gili, saya menawarkan alternative wisata yang bisa dilihat dan saya harap ini bisa dibawa keluar foto dan dokumentasi jadi bisa balance,” ungkapnya.

Pantauan kicknews.today, dalam kegiatan yang diselenggarakan usai sunset hingga pulu 22.00 Wita ini, nampak terlihat puluhan wisatawan baik yang datang ke restoran dan pejalan kaki cukup antusias. Mayoritas dari mereka tertarik akan alunan musik dan dua orang penari adat yang menghibur makan malam para wisatawan di sana. Dengan menyuguhkan dulang pesaji ditambah pegawai hotel memakain pakaian adat, menambah komplit suasana malam itu.

Lalu Kusnawan menjelaskan, saat ini bisa dilihat jika pola-pola edukasi adat budaya di pulau sangat minim. Padahal para wisatawan melancong ke Indonesia untuk melihat sesuatu yang menarik. Inisiatif dan edukasi ini diharapkan mampu ditelurkan oleh para pengusaha lain khususnya yang berada di tiga gili. Tentu demikian, ia berharap peran Pemerintah Daerah (Pemda) Lombok Utara dalam mensupport pihak-pihak yang akan mempromosikan adat budaya dan wisata agar bisa di back up.

“Saya tidak mengatakan bahwa hanya kami (Wilson’s retreat) yang mengadakan itu, tetapi ada juga rekan-rekan cuma perlu kita perlu bersinergi kembali dengan pemerintah entah di support dan lain-lain. Untuk ini, kita di support oleh supplier swasta kita minta sponsor long tremnya ini lebih ke simbiosis mutualisme,” jelasnya.

“Kita punya tugas memperkenalkan, menaikan kesenian daerah dan makanan daerah juga. Bukan berarti pemda tidak melakukan itu, mungkin sudah, tetapi harus tepat sasaran. Cuma sekarang market mancanegara yang perlu kita kembangkan lagi. Itu jangka pendek, kalau jangka panjangnya, jika ini berjalan dan punya kesan bagus, dan saya di support oleh sponsor saya harap ini bisa menjadi kalender event saya setiap 3 bulan dan saya akan ambil ketika low season,” imbuhnya memungkasi.

Sementara itu, Mazhar Ang Manager Evolution Bar and Restoran menyikapi kegiatan ini mengaku sangat positif. Karena menurutnya, dominasi entertaint di Gili Trawangan nyaris full oleh live music dan DJ. Nyaris tidak ada promosi soal adat maupun pengembangan yang disuguhkan kepada para tamu.

“Luar biasa sekali, karena kita di Trawangan hanya mengandalkan live music dan party. Paling tidak ada pendukung dari pengusaha dan manager perlu adanya pemerhati untuk pariwisata. Karena sekarang kesenian sendiri sudah mulai redup, bagaimana sekarang kita sebagai pelaku pariwisata untuk mengupdate, mendukung budaya Lombok yang bisa dikenal oleh seluruh dunia pada umumnya,” pungkasnya.(iko)