in

Seorang Ayah di Lombok Tengah Rampok Harta Anak Kandungnya Sendiri

kicknews.today – Aneh tapi nyata, itulah ibarat kejadian kasus perampokan yang terjadi di Desa Montong Gamang, Kecamatan Kopang Kabupaten Lombok Tengah. Pasalnya, diduga otak pelaku kasus perampokan yang menimpa korban H Fahrudin (49) warga Desa setempat pada tanggal 29 Agustus pukul 02.00 wita dini hari itu adalah  Bapak Kandungnya sendiri.

Kepala Satreskrim Polres Lombok Tengah, AKP Rafles P Girsang menjelaskan, bahwa pelaku kasus perampokan yang terjadi di wilayah Kopang itu terungkap, setelah Timsus Polres Lombok Timur dan Lombok Tengah berhasil menangkap salah seorang pelaku perampokan dengan identitas Simbah alias Saparwadi (45) warga Desa Suradadi, Kecamatan Terara Lombok Timur, Rabu (10/9) di rumahnya tanpa perlawanan.

“Dari keterangan pelaku bahwa diriya melakukan perampokan itu berlima dan atas dasar suruhan dari pelaku inisial HS (57) yang merupakan Bapak kandungnya korban,” ujar AKP Rafles P Girsang di kantornya, Rabu (11/9).

Dijelaskan, dari keterangan Pelaku itu kemudian anggota melakukan penangkapan terhadap pelaku HS yang merupakan ayah kandung korban di rumahnya tanpa perlawanan. Dari keterangan pelaku HS, bahwa dirinya meminta tolong untuk melakukan perampokan di rumah anak kandung itu kepada pelaku MR (47). Namun, pelaku MR sudah tidak bergelut di dunia hitam, sehingga pelaku MR menyuruh pelaku Simbah untuk melakukan perampokan kepada korban dan pelaku MR berhasil ditangkap dirumahnya.

“Pelaku HS menyuruh para pelaku melakukan pencurian dirumah anak kadungnnya itu, karena latar belakang permasalahan tanah. Ketiga pelaku dan barang bukti saat ini sudah diamankan di Polres Lombok Tengah untuk pemeriksaan lebih lanjut,” jelasnya.

“Dua pelaku lainya saat ini masih buron,” katanya.

Dikatakan, kronolgis kejadian perampokan itu terjadi pada hari Rabu Tanggal 28 Agustus 2019 sekitar pukul 22.00 wita, korban tidur di dalam kamar bersama isteri dan anaknya yang masih kecil. Kemudian sekitar pukul 02.00 wita korban mendengar suara pintu  rumahnya di dobrak, korban terbangun dan keluar kamar. Namun saat itu tiga orang pelaku sudah masuk dan mengancam korban menggunakan senjata tanam dan akan membunuh anak korban. Sehingga korban pasrah dan membiarkan para pelaku mengambil barang berupa kalung seberat 32 gram dan Hp.

“Atas kejadian itu korban mengalami kerugian Rp 40 juta dan langsung melaporkan kejadian tersebut kepada pihak Kepolisian Polres Lombok Tengah,” pungkasnya. (Ade)