in

Residivis Curat di Kota Mataram Tumbang Diterjang Timah Panas Polisi

Kapolres Mataram saat konferensi pers dan kedua pelaku inisial S alias Pardi dan ADM (membelakangi kamera)

kicknews.today – Reisidivis pencurian dengan pemberatan (curat) inisial S alias Pardi (40), yang malang melintang menjalankan aksi kejahatan di wilayah Kota Mataram, Rabu (4/9), akhirnya tumbang setelah dihadiahi timah panas, anggota Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Mataram.

“Anggota terpaksa melakukan tindakan yang terukur, dengan memberikan tembakan yang mengarah ke bagian kaki pelaku, karena saat ditangkap pelaku berusaha kabur dan melakukan perlawanan,” kata Kapolres Mataram AKBP. Saiful Alam, SIK., MH., Selasa (10/9).

Kapolres Mataram menjelaskan bahwa pelaku adalah warga Lingkungan Lendang Lekong, Turida Timur Kelurahan Turida Kecamatan Sandubaya Kota Mataram. Dimana menurut catatan Kepolisian merupakan seorang residivis, yang telah enam kali keluar masuk penjara dengan kasus serupa.

“Pelaku sudah enam kali masuk penjara terkait kasus curat, yaitu tiga kali ditangani oleh Polsek Mataram, dua kali ditangani oleh Satreskrim Polres Mataram, dan satu kali ditangani Polsek Pagutan,” jelasnya.

Kepada kicknews.today Kapolres Mataram mengungkapkan, penangkapan terhadap residivis pelaku curat itu, sebagai hasil pengembangan atas laporan tindak pencurian, dengan tempat kejadian perkara (TKP) Kantor PT. Mitra Dana Finance Cabang Lombok.

“TKP curatnya PT. Mitra Dana Finance Cabang Lombok, Jalan Sriwijaya No. 80 C Kelurahan Pagesangan Timur Kecamatan Mataram Kota Mataram,” ujarnya.

Dituturkan, penangkapan terhadap pelaku berawal dari diamankannya barang bukti berupa kamera digital merek Fuji Film warna merah, Rabu (7/8), dari tangan inisial HD alias Hom (ipar pelaku) yang didapati keterangan bahwa kamera tersebut milik Pardi. Kemudian anggota segera mendatangi rumah pelaku untuk melakukan penangkan

“Saat digrebek di rumahnya, pelaku berhasil kabur,” ucap Kapolres.

Lebih lanjut dikatakan, anggota Satreskrim yang tidak berhasil saat penggerebakean, terus memantau dan mencari tahu keberadaan pelaku. Hingga pada Rabu (4/9) didapatkan informasi, pelaku keluar dari persembunyiannya dengan dibonceng temannya.

Tidak ingin buruannya terlepas lagi, anggota Satreskrim Polres Mataram bergegas ke lokasi yang maksud, kemudian melakukan pembuntutan seraya menentukan lokasi yang tepat untuk penyergapan.

“Dilakukan pembuntutan dari BTN Sweta sampai di Jalan Sriwijaya Mataram,” katanya.

Tepat di depan Fizza Hut anggota melakukan penyergapan, namun pelaku berusaha kabur dengan melakukan perlawanan. Akhirnya, dorrrrr… sebutir timah panas membuat tumbang dan menghentikan perlawanan pelaku.

“Pelaku langsung dibekuk namun melakukan perlawanan, sehingga dilumpuhkan dengan sebutir peluru yang bersarang di kaki kanannya,” jelas Kapolres.

Saat dilakukan penggeledahan badan, polisi menemukan dua buah cukit dan tang, yang terselip di balik baju pelaku. Selain itu, ditemukan pula sebuah handphone merek Nokia warna hitam, yang tersimpan di saku celana.

“Pelaku menerangkan berencana akan melakukan pencurian kembali, sehingga membawa cukit dan tang, namun keburu tertangkap,” lanjutnya.

Setelah mendapat perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara Mataram, dilakukan interogasi awal dimana pelaku mengaku menjalankan aksinya bersama ADM, yang telah menjadi tahanan Polres Mataram dan dalam proses penyidikan kasus curat.

“ADM yang sudah ditangkap oleh anggota Satreskrim, pada hari Selasa tanggal 30 Juli 2019 terkait kasus curat membobol Ruko Bengkel Motor,” tuturnya.

Lebih jauh diungkapkan, berdasarkan pengakuan kedua pelaku, saat menjalankan aksi keduanya memanjat bangunan belakang kantor menggunakan tangga, kemudian merusak terali ventilasi udara di lantai II, dengan menggunakan alat cukit dan tang.

“Selanjutnya pelaku masuk ke dalam dan turun ke lantai I dan masuk ke ruang penyimpanan brankas. Selanjutnya pelaku menggergaji atau memotong gembok pengunci brankas,” ungkap Kapolres.

Dari TKP, lanjutnya, kedua pelaku membawa kabur uang tunai Rp. 9.558.000, 10 BPKB sepeda motor, satu handphone merek XIAOMI Redmi A5 warna putih, dua handphone merek Samsung Keystone 3 warna hitam, satu unit proyektor merek Sharp warna putih, dan satu buah kamera digital merek Fuji Film warna merah.

“Atas kejadian tersebut Kantor PT. Mitra Dana mengalami kerugian sebesar Rp. 84.958.000,” ucapnya.

Pelaku terancam dijerat dengan Pasal 363 ayat (1) poin 4a dan 5e KUHP, dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara. (red)