in

Rencana Tata Ruang Wilayah Lombok Tengah Direvisi

kicknews.today – Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Senin (9/10) menggelar acara sosialisasi penyusunan revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) RTRW di Hotel D Max Praya. Kegiatan sosialisasi revisi RTRW Lombok Tengah itu dibuka langsung oleh Wakil Bupati Lombok Tengah, H Lalu Pathul Bahri dan dihadiri oleh semua Kepala SKPM, Camat, Kepala Desa dan tokoh masyarakat, pukul 09.00 wita.

“Dinamika pembangunan di Kabupaten Lombok Tengah saat ini terus berkembang, sehingga Pemerintah Daerah melakukan revisi RTWR Lombok Tengah guna mendukung pembangunan berkelanjutan secara optimal,” ujar H Lalu Pathul Bahri SIP saat membuka acara tersebut.

Dikatakan, revisi RTRW dan KLHS Kabupaten Lombok Tengah ini dilakukan berdasarkan kajian peninjauan kembali yang sudah dilakukan pada Tahun 2018, ditetapkan bahwa RTRW Kabupaten Lombok Tengah yang direkomendasikan untuk di revisi. Disamping itu juga, adanya perkembangan lingkungan strategis dan dinamika internal dan eksternal serta perubahan kebijakan atau program pembangunan yang saat ini terus berkembang.

“Revisi ini untuk penyempurna materi RTRW yang dapat dijadikan pedoman pembangunan di Kabupaten Lombok Tengah,” jelasnya.

“Keberadaan KEK Mandalika Resort dan sirkuit motoGP itu kedepan akan mendorong pembangunan di Lombok Tengah, sehingga revisi RTRW ini penting dilaksanakan,” pungkasnya.

Sementara itu, Kabid infrastruktur Bappeda Kabupaten Lombok Tengah, Lalu Wiranata menambahkan, bahwa kegiatan ini merupakan yang kedua kalinya dilakukan untuk menjawab aspirasi masyarakat dalam menyikapi perkembangan pembangunan di Lombok Tengah. Karena dalam RTRW Kabupaten Lombok Tengah yang lama itu sebagian besar wilayah Lombok Tengah itu adalah pertanian.

“Kita revisi RTRW ini sesuai perkembangan pembangunan dan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Dijelaskan, dalam revisi RTRW Lombok Tengah yang paling mendasar itu adalah lahan pertanian dan perkebunan di wilayah Lombok Tengah, sistem jaringan listrik, air dan jalan dan pembangunan lainya. Sesuai kebijakan Bupati Lombok Tengah sebelumnya bahwa untuk lokasi tambang tetap tidak dibolehkan dan ditutup. Sedangkan untuk galian C tetap diperbolehkan sesuai ketentuan yang ada.

“KEK tidak ada masalah, karena sesuai peraturan pemerintah diperbolehkan bisa membangun di mana saja,” jelasnya.

“Dalam revisi RTRW itu nantinnya juga akan diatur masalah lahan pertanian abadi seluas 31 ribu hektare dan kawasan strategis Kabupaten Lombok Tengah,” pungkasnya. (Ade)