in

Perpendek Rantai Pemasaran, Disdag NTB Gelar Pasar Lelang Komoditi Agro

kicknews.today – Guna memperpendek mata rantai pemasaran dan membentuk harga referensi, Dinas Perdagangan (Disdag) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis (22/8), menggelar Pasar Lelang Komoditi Agro 2019 di Hotel Lombok Astoria, Mataram.

Kepala Disdag NTB Dra. Hj. Putu Selly Andayani saat pembukaan pasar lelang mengungkapkan, kegiatan tersebut menjadi wadah pertemuan antara penjual dan pembeli, untuk bertransaksi secara transparan.

“Selama ini penjual sering tertipu sama oknum pengusaha. Nah, di pasar lelang ini kita bisa lihat langsung, penjual dan pembeli bertransaksi,” katanya.

Dikatakan, kegiatan pasar lelang itu bertujuan untuk menciptakan sistem perdagangan yang baik, melalui tranparansi mekanisme penentuan harga.

“Ada perjanjian-perjanjian harga dan waktu pengiriman barang. Dengan begini bisa mengurangi praktik rentenir,” ucapnya.

Pun demikian, kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan efisiensi dan efektifitas sistem perdagangan, menciptakan insentif bagi peningkatan mutu, dan meningkatkan pendapatan petani produsen.

Diketahui, pasar lelang komoditas yang dikembangkan Badan Pengawasan Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) dan sejumlah pemda, bekerjasama dengan pihak perbankan merupakan instrumen yang sangat strategis, dalam upaya pemberdayaan petani.

Dalam kesempatan pasar lelang tersebut, tiga komoditas berhasil ditransaksikan dengan nilai mencapai Rp 3,35 miliar. Tiga komoditas itu yakni beras C4 sebanyak 180 ton senilai Rp 1,66 miliar, masing-masing 80 ton dengan harga Rp 9.500 per kilogram dan 100 ton dengan harga Rp 9.000 per kilogram.

Selain itu, garam sebanyak 20 ton seharga Rp 75.000 per karung dan biji jambu mente seberat 10 ton dengan harga beli Rp 19.500 per kilogram.

Sementara beberapa komoditas lain yang ditawarkan seperti kopi, rumput laut, bawang merah, bawang putih, dan wortel hingga berita ini diterbitkan belum ada kecocokan harga, antara penjual dengan pembeli. (red)