in

32 Desa di Lombok Tengah Dicanangkan Wilayah Bebas Ekploitasi Anak

kicknews.today– Sebagai daerah berkembang, Kabupaten Lombok Tengah rawan sebagai daerah yang mengekploitasi anak ikut sebagai tulang punggung kelurga dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Oleh sebab itu, sebanyak 32 Desa yang ada di lingkar Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika Kuta dicanangkan sebagai kawasan bebas ekploitasi anak. Pencanangan ini langsung dilakukan oleh Deputi Perlindungan Anak Kementerian Perlindungan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, Rabu (21/8).

Deputi Perlindungan Anak Kementerian PPPA RI, Nahar SH MSi mengatakan, program Kementerian pencanangan Desa wisata perdesaan ramah anak dan bebas ekploitasi anak ini dilakukan di Daerah di Indonesia yang salah satunya dilakukan di Kabupaten Lombok Tengah.

“Dipilihnya Kabupaten Lombok Tengah merujuk dari pesatnya perkembangan pariwisata KEK Mandalika Resort Kuta,” ujarnya.

Dijelaskan, pihaknya merasa yakin dan khawatir semakin berkembangnya KEK Mandalika Kuta yang membuat Pemerintah Pusat khawatir akan terjadinya ekploitasi anak bekerja membantu memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga. Program ini mengarah ke 32 Desa yang ada di sekitar area wisata yang ada dan Desa lingkar keberadaan KEK Mandalika.

“Program ini di luncurkan sebagai upaya Pemerintah Pusat kepada Pemerintah di Daerah agar melakukan antisipasi. Pasalnya semakin maju dan berkembangnya pariwisata maka kesempatan kerja akan semakin banyak dan terbuka lebar,” jelasnya.

“Kesempatan kerja yang banyak ini yang kami khawatirkan direbut juga kesempatannya oleh anak yang masih dalam usia mengenyam pendidikan,” terangnya.

Sebagai Daerah wisata, ada beberapa aspek yang perlu di dapat yakni salah satunya sebagai wadah mensejahterakan masyarakat. Ketika banyak kunjungan wisatawan faktor sosial juga perlu diperhatikan. Sehingga, kemajuan pariwisata jangan sampai di barengi dengan semakin besarnya masyarakat setempat berurusan dengan hukum akibat dari praktik mempekerjakan anak di bawah umur.

“Hal itu sebenarnya yang kami khawatirkan jangan sampai terjadi di Lombok Tengah,” ujarnya.

Ditegaskan, jangan sampai ada perdagangan orang atau anak akibat kebutuhan wisatawan. Sebelum hal itu terjadi, perlu adanya kesepakatan dengan semua pihak untuk mwncanangkan program ini.

“Diharapkan kehidupan di masyarakat khususnya dalam menjalankan kehidupan saat ini tidak terganggu dan saling mendukung dengan kebijakan yang ada,” pungkasnya.

Sementara Bupati Lombok Tengah, H Moh Suhaili FT mengatakan, bahwa hari ini menurutnya Pemerintah Daerah Lombok Tengah sedang diingatkan oleh Pemerintah Pusat akan pentingnya mengantisipasi segala bentuk persoalan yang muncul dampak dari pesatnya kemajuan pariwisata di KEK Mandalika Resort.

Oleh sebab itu, pihaknya mengajak semua pihak dan semua unsur yang ada untuk berkomitmen, berikrar dan sanggup untuk jangan ekploitir, jangan manfaatkan anak untuk membantu orang tuanya ikut serta memmenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.

“Agar tidak terjadi ekploitasi anak dengan cara jangan menganggap anak adalah beban kita,” ungkapnya.

Menurutnya, melakukan ekploitasi anak bukan cara mengemban amanah tuhan mendapatkan anak. Untuk itu, ini merupakan gerakan semua unsur harus bergerak bersama karena tidak bisa dilakukan satu dua orang sajam.

“Oleh sebab itu bekali anak cucuk kita dengan ilmu pengetahuan dan jangan bekali dengan keterampilan mencari uang sejak dini,” pintanya.

Ditegaskan, pihaknya tidak mau lagi mendengar ada orang tua memperkajakan anaknya di areal wisata di Lombok Tengah. Masyarakat juga diminta jangan melestarikan kebodohan dan kemiskinan di daerah ini.

“Kalau tidak ada biaya anak sekolah akan dibiayai. Apalagi sekolah saat ini sudah ada dimana mana. Ini akan menjadi tugas bersama dan semua unsur fokuskan kegiatan ini. Selain itu, nanti juga akan kita berikan pelatihan,” pungkasnya. (Ade)