in

Bacakan Amanat Kapolri, Kapolda NTB Tekankan Peningkatan SDM Polri

kicknews.today – Dalam peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-74 Polda NTB, Sabtu (17/8), Kapolda NTB Irjen Pol Drs. Nana Sudjana AS., MM. membacakan amanat Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, dengan penekanan peningkatan sumber daya manusia (SDM) Polri yang berkualitas dan berdaya saing.

“Pada peringatan Hari Bhayangkara Polri, Presiden Joko Widodo telah menyampaikan lima instruksi kepada Polri, yang sala satunya tentang peningkatan sumber daya manusia Polri,” kata Kapolda NTB.

“Ini merupakan implementasi agenda RPJMN tahun 2020-2024, yaitu meningkatnya sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing,” lanjutnya.

Di hadapan para Pejabat Utama, Perwira Menengah dan Pertama, serta seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Polda NTB di Lapangan Gajah Mada, Kapolda menyampaikan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia  (NKRI) merupakan negara besar, dengan cakupan wilayah yang luas dan sumber daya alam (SDA) melimpah.

“Dengah jumlah penduduk 263 juta jiwa, Indonesia terus berkembang menjadi salah satu kekuatan dunia,” kata Kapolda.

Diungkapkan, sejak diproklamirkan kemerdekaan Indonesia oleh Bung Karno dan Bung Hatta atas nama bangsa Indonesia, 17 Agustus 1945 silam, sampai usianya yang ke-74 ini Indonesia tetap kokoh berdiri.

“Sejarah telah menunjukkan bahwa dalam perjalanan hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, kita mampu mengatasi acaman, gangguan, hambatan, dan tantangan baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri,” tuturnya.

Dikatakan, peringatan HUT ke-74 Kemerdekaan Indonesia di Polda NTB, merupakan ungkapan rasa syukur jajaran Polda NTB kepada Allah SWT. Pun demikian, sebagai bentuk terima kasih kepada para pahlawan atas perjuangan, pengabdian, dan pengorbanan kepada masyarakat, bangsa, dan negara sehingga kita bisa hidup mandiri.

“Kita juga harus menyadari bahwa tantangan ke depan akan semakin kompleks dalam tataran global, regional maupun lokal,” ucap Irjen Pol Nana Sudjana.

Dijelaskan, fenomena demokrasi yang terjadi pada sebagian besar negara di dunia, telah mengubah tata kehidupan secara luas yang ditandai menguatnya peran legeslatif dan media masa, serta penghormatan terhadap supermasi hukum dan Hak Azasi Manusia  (HAM).

“Dengan fenomena globalisasi sebagai akibat pesatnya perkembangan teknologi dan informasi, tidak hanya memberi informasi namun juga membawa potensi gangguan, yang harus diatensi Polri,” terangnya.

Karena itu, lanjut Kapolda, upaya pemolisian harus bertumpu pada upaya untuk meraih kepercayaan masyarakat, selaku pemegang kekuasaan tertinggi negara. Dimana hal tersebut diwujudkan dengan penegakan supermasi hukum dan HAM, peningkatan pelayanan publik serta optimalisasi pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Lebih jauh diterangkan, pemolisian di era demokrasi juga harus disertai dengan akuntabilitas dan transparansi dalam tugas dan pengelolaan organisasi.

“Upaya itu dapat terselenggara secara optimal dengan dukungan kualitas SDM Polri yang unggul, memiliki pengatahuan dan keterampilan dalam mendukung pelaksanaan tugas, memiliki integritas dan moral, perilaku yang luhur serta memiliki pengetahuan dan keterampilan yang prima,” bebernya.

Disampaikan, Kapolri berpesan kepada seluruh anggota Polri, untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan dalam pelaksanaan tugas.

“Laksanakan deteksi dini terhadap setiap potensi gangguan kamtibmas, agar terselesaikan secara tuntas sebelum berkembang menjadi gangguan nyata,” ucapnya.

Selain itu, pesan Kapolri yang disampaikan Kapolda NTB yakni anggota Polri dipesankan, agar menjalin koordinasi dan kerjasama sinergis dengan satuan TNI di semua tingkatan, pemerintah daerah, pemangku kepentingan serta seluruh elemen masyarakat, baik secara formal maupun informal.

“Selanjutnya, pedomani seluruh ketentuan yang berlaku, serta hindari perbuatan yang dapat merusak kepercayaan terhadap Polri,” tutup Kapolda. (red)