in

Lombok Utara Kini Punya Pusat Edukasi Gempa

Presiden Yayasan Endri's, Endri Susanto saat memberikan sambutan (foto: rico)

kicknews.today – Yayasan Endri’s bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Utara secara resmi akan membangun Earthquake Center atau pusat edukasi gempa. Earthquake center yang berlokasi di Dusun Kapu Desa Jenggala Kecamatan Tanjung ini, secara resmi di lakukan peletakan batu pertama oleh Sekretaris Daerah (Sekda) KLU H. Suardi, Kamis (15/8).

Kepada wartawan, Sekda KLU H. Suardi mengungkapkan bahwa kolaborasi ini sangat bagus lantaran dapat memberi informasi kepada masyarakat. Terlebih kaitan dengan bencana, satu tahun lalu Lombok Utara dihantam bencana gempabumi yang menelan korban jiwa tidak sedikit.

“Tugas pemerintah ini mensejahterakan masyarakat. Kaitan dengan ini pemerintah sangat mengapresiasi, dan kita akan wujudkan (pembangunan earthquake center),” ungkapnya.

Langkah awal pemkab dalam berkontribusi kaitan pembangunan yaitu dengan meminjam pakaikan lahan yang notabene aset daerah ke yayasan. Lahan seluas kurang lebih 5 are tersebut akan dikelola oleh yayasan dalam jangka waktu 5 tahun. Umpama progres dirasa bagus maka tidak menutup kemungkinan lahan bakalnl dihibahkan.

“Tentu kaitan dengan yang lainnya kita tidak tinggal diam. Dan ini harus sukses, karena kaitannya mengeleminsi korban ketika ada bencana,” pungkasnya.

Sementara Presiden Yayasan Endri’s Endri Susanto menjelaskan, dalam pusat edukasi ini masyarakat akan diajarkan kaitan mitigasi, penanganan, hingga perawatan di lokasi. Menurutnya hal ini sangat penting agar masyarakat tahu apa yang mesti diperbuat manakala terjadi bencana khususnya gempabumi.

“Ini ide out of the box, rencana kita ke depan ingin menjadikan di sini sebagai pusat pelatihan. Tentu bekerjasama dengan BPBD, dan instansi lain,” jelasnya.

Selain itu, lanjutnya, di lokasi diharapkan menjadi shelter ketika terjadi bencana. Umpamanya ambulans dan klinik yang stand by ketika bencana guna melayani masyarakat. Pihaknya menilai upaya edukasi terhadap mitigasi bagi masyarakat cukup kurang selama ini. Maka kejadian bencana dahsyat tahun lalu dijadikan pelajaran untuk bersiap diri.

“Karena kita tidak tahu kapan bencana itu terjadi. Nah, ketika kita sudah ready kita bisa enak one call ada relawan, medis, dan lain yang membantu,” katanya.

“Ini menjadi tolak ukur, misalnya di Jepang kan di sana banyak terjadi gempa tapi korban minim, karena mereka sudah siap mitigasi. Ini (edukasi kebencanaan) harus kita galangkan bersama dengan pemerintah,” tandasnya.(iko)