in

Kemendes PDTT dan Pemkab Lombok Barat Gelar Festival Pranata Adat

Pengucapan deklarasi saat Festival Pranata Adat di Lombok Barat

kicknews.today – Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Barat menggelar “Festival Pranata Adat”, di Lapangan Umum Mareje, Gerung. Festival yang mengusung tema “Adat dan Budaya Membangun Perdamaian Indonesia” itu, dibuka Direktur Penanganan Daerah Pasca Konflik (PDPK) pada Kemendes PDTT RI Hasrul Edyar, didampingi Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid.

Direktur PDPK Kemendes PDTT Hasrul Edyar saat pembukaan festival mengatakan, Kemendes PDTT sangat memperhatikan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Bahkan pada tiga tahun terakhir diprogramkan Dana Desa (DD), yang menyentuh seluruh desa di Indonesia.

“Sebagaimana yang sering kita dengar, apa yang disampaikan oleh Presiden kita Bapak Joko Widodo tentang dampak Dana Desa (DD), yang sudah dilaksanakan di desa di seluruh Indonesia,” katanya, Rabu (14/8) malam.

Dijelaskan, sejak awal program DD digulirkan hingga 12 Desember 2018, telah terbangun jalan desa sepanjang 191.600 km, jembatan 1.140 m, pasar desa sebanyak 8.983 unit, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebanyak 37.830 unit, embung sebanyak 4.175 unit, irigasi sebanyak 58.931 unit, sarana olahraga sebanyak 19.526 unit, dan tambatan perahu sebanyak 5.371 unit.

“Apa yang sudah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Barat, dalam rangka mengarahkan dan mengawal pemanfaatan DD, semoga tepat sasaran dan penguatan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.

Sementara Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid dalam kesempatan yang sama menyampaikan ucapan terima kasih, kepada Kemendes PDTT yang telah memilih Lombok Barat, sebagai salah satu lokasi kegiatan Festival Pranata Adat tahun 2019. Menurutnya, hal itu merupakan bentuk perhatian yang luar biasa dari Pemerintah Pusat, khususnya untuk masyarakat Kabupaten Lombok Barat.

“Festival Pranata adat ini sangat penting. Pranata adat pada intinya ingin mengajak kita semua, kembali kepada adat istiadat budaya kita,” kata alumnus Pasca Sarjana UGM itu.

Dikatakan, jika seluruh masyarakat memiliki komitmen dan kesadaran akan pentingnya adat istiadat dan budaya, maka konflik di tengah masyarakat akan dapat dihindari.

“Kalaupun terjadi konflik di masyarakat kita itu dengan mudah didamaikan, karena di dalam adat istiadat budaya kita itu, banyak berbagai macam kebijaksanaan dan berbagai macam cara menyelesaikan masalah,” terangnya.

Terkait dengan itu, Fauzan juga menyampaikan bahwa saat ini di Kabupaten Lombok Barat, sedang dilakukan pembahasan Peraturan Bupati (Perbup) tentang Balai Mediasi. Dimana bertujuan agar konfik-konfik yang terjadi di masyarakat, dapat terselesaikan dengan musyawarah untuk mufakad dan kemudian berdamai.

“Jadi konflik tidak perlu kemudian sampai ke ranah hukum, cukup diselesaikan di Balai Mediasi tersebut,” ucapnya.

Pada kesempatannya, Kapala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Lombok Barat H. Isnanto Karyawan, dalam laporannya mengungkapkan festival yang digelar itu bertujuan, untuk mengangkat nilai-nilai tradisi dalam budaya di masyarakat, sebagai penggerak utama dalam memajukan daerah dan desa dengan mengutamakan kearifan lokal, kerukunan, dan perdamaian.

“Kami sangat berterima kasih kepada Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, atas support acara malam ini dalam rangka mendorong pembangunan yang berbasiskan adat istiadat dan kearifan lokal, serta mempererat rasa kebersamaan, kekeluargaan, kegotongroyongan untuk mewujudkan bangsa yang menjunjung tinggi nilai-ilai persatuan dan kesatuan bangsa,” ujarnya.

Untuk diketahui, festival tersebut akan berlangsung selama dua hari yakni tanggal 14 sampai 15 Agustus, menghadirkan segenap unsur dan tokoh di daerah seperti dari forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda), tokoh agama, tokoh adat, tokoh perempuan serta organisasi pemuda dan masyarakat.

Berbagai kesenian Gumi Patut Patuh Patju ditampilkan, yang secara umum sebagai perlambang perdamaian di Kabupaten Lombok Barat.

“Kegiatan kita diisi dengan berbagai kegiatan pertunjukan kesenian khas Lombok, seperti Pentas Ritual Sorong-Serah Aji Krame, Tarian Perang Topat, Tarian Peresean, Rebaq Jangkih, dan Tari Gandrung,” tutup Isnanto. (red)