in

Membangun Kota Mataram Harus Merangkul Lintas Organisasi

kicknews.today – Dinamisnya pergerakan organisasi di pusat pemerintahan seperti Kota Mataram, tidak dapat dipandang sebelah mata namun harus dijadikan mitra. Demikian diungkapkan H. Rohman Firly, Minggu (11/8), seorang tokoh dari Kota Mataram, usai melaksanakan ibadah Shalat Idul Adha 1440 Hijriyah

“Apapun organisasinya harus dirangkul. Saya nilai mereka bisa menjadi mitra strategis,” ungkapnya.

Jika sebelumnya ia memberi pandangan terkait peningkatan kapasitas individu, Farly pun menilai perlunya mengidentifikasi lintas organisasi. Dus, selanjutnya merangkul organisasi itu dalam upaya mengembangkan dan membangun Kota Mataram.

“Saya mendapat cerita, langkah-langkah organisasi ini masih parsial, sebatas melibatkan pemerintah ketika ada acara saja,” ujarnya.

Menurutnya, organisasi yang tumbuh di ibukota provinsi biasanya beraneka ragam, mulai organisasi keagamaan, peduli lingkungan, seni, kreativitas, hingga organisasi hobi yang nota bene dimunculkan kalangan anak muda. Semua itu menurutnya perlu digarap.

“Rangkul, kemudian berikan mereka porsi, baik pembinaan ataupun dukungan anggaran,” katanya.

Farly menjelaskan, sebuah organisasi tentu memiliki struktur, bukan individu. Ketika mereka dibina dan didukung, organisasi itu dapat dilibatkan dalam pembangunan.

“Keunggulan ini tentu tak dimiliki daerah lain. Biasa masyarakat urban kota itu SDM lebih baik, jadi lebih mudah diatur,” terangnya.

“Rugi kalau mereka tidak diajak kerjasama. Dijadikan mitra membangun kota,” imbuhnya.

Dia mencontohkan seperti komunitas pecinta seni. Banyak yang membeli cat atau pilox kemudian membuat mural (gambar) di tembok kosong. Cara mereka positif karena bukan vandalisme alias asal corat-coret.

“Mereka bisa mural tembok kosong seperti di Jalan Pemuda, Jalan Pendidikan, atau Jalan AA Gede Ngurah. Jalan Pabean di Ampenan, itu juga bagus, apalagi Kota Tua temboknya sudah di cat warna-warni,” jelasnya.

“Tembok yang sudah cantik ini tentu akan menarik minat warga kota. Bisa menjadi background berfoto,” tambahnya.

Pun demikian dengan komunitas pecinta kebersihan. Mereka secara berkala dapat digandeng, untuk beraksi serta memberikan sosialisasi pengolahan sampah di tiap lingkungan.

“Hadirnya pemerintah bersama mereka, bisa membuat penanganan sampah berjalan partisipatif dan berkelanjutan,” katanya seraya menyebut organiasasi dan komunitas lain seperti peduli pada literasi dan lain-lain

Sepanjang organisasi itu memberi dampak positif, Pemkot Mataram harus merangkulnya. Semakin banyak kelompok yang terlibat membangun kota, semakin menguntungkan pemerintah.

“Tidak ada ruginya memperkuat silaturahmi antar organisasi ini. Paradigma pemerintahan di Kota Mataram harus diubah,” tandasnya. (red)