in

Kaum Muslimin Rayakan Idul Qurban, PLN Siaga untuk Pelayanan Terbaik

kicknews.today – Demi memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan, khususnya kaum Muslimin yang merayakan Hari Raya Idul Qurban, petugas PLN di seluruh penjuru Nusantara bersiaga demi kenyamanan dan kepentingan bersama.

Saat kaum Muslimin di seluruh penjuru Tanah Air merayakan Idul Adha bersama keluarga, hanya sedikit orang yang harus tetap bekerja melaksanakan tugas.

Muhammad Natsir, salah satu pegawai PLN Unit Pelaksana Penyaluran dan Pengatur Beban (UP3B) Mataram, harus bertugas menjaga pasokan listrik di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Idul Adha 1440 Hijriyah kali ini.

Diketahui, PLN UP3B Mataram merupakan unit yang memiliki fungsi pengawasan dan pengaturan penyaluran distribusi listrik, dari pembangkit ke jaringan transmisi 150 kiloVolt (kV) dan jaringan distribusi 20 kV.

Di Ruang “Lombok Control Center“ secara terus menerus selama 7×24 jam, pegawai PLN yang dikenal dengan istilah “dispatcher” mengatur kontineuitas pasokan listrik, di sisi 150 kV dan 20 kV dengan sistem shift.

Apabila terjadi gangguan pasokan listrik, dispatcher inilah yang bertugas memulihkan pasokan listrik secepat mungkin.

Meskipun tidak dapat berkumpul dengan keluarga, Natsir dengan sukacita menyambut Idul Adha di tempatnya bekerja. Bahkan menurutnya bahagia dan hari raya akan lebih terasa, jika dapat menjaga listrik di rumah pelanggan tetap menyala.

“Diniatkan ibadah saja, menerangi masyarakat. Saya senang kalau masyarakat bahagia, karena listrik dari kita menyala,” ujar Natsir, Minggu (11/8).

Muhammad Natsir hanyalah salah satu dari banyak pegawai PLN, yang menjalankan tugas mulia menjaga keandalan pasokan listrik saat hari raya.

Di sisi pembangkitan, para operator pembangkit juga rela berjaga demi pasokan daya listrik tetap ada. Di sisi pelayanan, para petugas pelayanan teknik siaga di unit, jika suatu saat dibutuhkan oleh pelanggan. Sekalipun hari raya mereka tetap ikhlas bekerja, demi terjaganya kontineuitas pasokan listrik untuk senyum pelanggan Bumi Gora.

Sementara General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) NTB Rudi Purnomoloka, dihubungi melalui telepon selulernya mengungkapkan sistem kelistrikan di NTB.

Dikatakan, kelistrikan di NTB terbagi dalam tiga sistem kelistrikan, diperkuat dengan 18 gardu induk dan 5.595 gardu distribusi, yang mampu melayani lebih dari 1,4 juta pelanggan.

Saat Idul Adha, kata Rudi, sistem kelistrikan Lombok memiliki daya mampu mencapai 230 MW, dengan beban puncak (pada siang hari) sebesar 162 MW. Sedangkan sistem kelistrikan Sumbawa memiliki daya mampu mencapai 80 MW, dengan beban puncak sebesar 35 MW. Sistem kelistrikan Bima memiliki daya mampu mencapai 49 MW, dengan beban puncak sebesar 34 MW.

“Pasokan daya listrik di seluruh NTB selama Idul Adha cukup. Mudah-mudahan listriknya selalu aman,” ungkapnya.

Disebutkan, selama libur Idul Adha, PLN UIW NTB meniadakan pemeliharaan terencana, agar masyarakat dapat nyaman menggunakan listrik.

“Untuk pemeliharaan, sudah kita maksimalkan di hari sebelumnya. Jadi, untuk hari ini tidak ada,” ujarnya.

“Personil kami 24 jam dalam 7 hari akan tetap siaga. Doakan agar semua aman, sehingga masyarakat bisa menikmati listrik dengan nyaman,” lanjutnya.

Terpisah, Kepala Dinas ESDM Provinsi NTB Muhammad Husni, ditemui usai pelaksanaan Shalat ‘Id menyampaikan apresiasinya kepada PLN, yang telah menjaga keandalan pasokan listrik selama perayaan Idul Adha.

“Tentunya PLN perlu kita apresiasi, meskipun libur Idul Adha seperti ini, mereka tetap siaga untuk menjaga listrik,” kata Husni.

Husni mengaku selalu berkoordinasi dengan jajaran manajemen PLN UIW NTB, guna memastikan kondisi kelistrikan di NTB tetap aman dan tercukupi.

Selain itu, apresiasi juga diberikan oleh Ahmad Subaidi, salah satu warga Ampenan, Kota Mataram, yang menilai adanya peningkatan layanan kelistrikan di NTB terluhat dari tahun ke tahun. Terlebih menurutnya di saat hari-hari penting, PLN selalu siaga menjaga pasokan listrik.

Alhamdulillah, dari semalam sampai pagi ini saat Shalat Idul Adha listrik tidak ada gangguan. Tentunya ini berkat saudara-saudara kita di PLN, yang bekerja menjaga pasokan listrik,” tutur Subaidi.

“Semoga dicatat oleh Allah sebagai amal ibadah, dan dibalas dengan pahala yang ganda,” imbuhnya.

Ia juga mengaku bahwa dirinya salah satu warga, yang melihat langsung bagaimana perjuangan petugas PLN, yang dengan cepat dalam pemulihan kelistrikan.

“Kalau ingat saat gempa, listrik itu termasuk cepat pulihnya, tidak sampai satu hari sudah menyala. Meskipun saat itu mereka juga bisa dibilang sebagai korban, namun saya lihat sendiri, mereka dengan sigap melakukan upaya penormalan listrik,” tuturnya. (red)