in

Bupati Lombok Barat Resmikan Perpustakaan Mini “Berugak Baca”

Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid usai pemotongan pita peresmian Berugak Baca

kicknews.today – Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid, Senin (5/8) pagi, meresmikan “Berugak Baca” di halaman SDN 3 Batulayar, Lombok Barat. Berugak berukuran 2×3,5 meter yang juga disebut dengan nama “Sekepat” yang berdiri di halaman SD tersebut, difungsikan sebagai perpustakaan mini yang diinisiasi para mahasiswa Program Studi Kajian Wilayah Amerika (KWA), pada Sekolah Kajian Strategik dan Global (SKSG) Universitas Indonesia (UI).

“Saya bahagia sekali, pagi ini bisa hadir meresmikan Berugak Baca ini. Ini memang sangat sederhana, tetapi tujuannya sangat besar. Saya terinspirasi agar semua sekolah di Lombok Barat punya seperti ini. Lebih-lebih sekarang di bawah pemerintahan Bapak Joko Widodo, lagi betul-betul diharusutamakan budaya literasi di masyarakat Indonesia,” kata Bupati.

Pihaknya menekankan pentingnya menumbuhkan minat baca di masyarakat khususnya bagi anak-anak. Ia melihat, saat ini anak-anak lebih banyak menghabiskan waktu dengan bermain gadget, dibandingkan membaca buku.

“Saya ingin mendorong masyarakat untuk rajin-rajin membaca. Dengan membaca pikiran kita akan terbuka. Yang perlu kita contoh dari masyarakat ‘Barat’ itu cara berpikirnya. Sekarang terbalik, cara hidupnya yang kita ikuti. Seharusnya, cara pikirnya mendunia tapi tingkah lakunya mengikuti adat istiadat budaya,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Program Studi Kajian Wilayah Amerika SKSG UI Bayu Kristianto mengatakan, walaupun perpustakaan di SDN 3 Batulayar sudah ada, namun jumlah koleksi bukunya perlu ditambah. Selain itu anak-anak membutuhkan pemaparan pengetahuan yang menyenangkan.

“Salah satunya dengan menyatukan area belajar mereka dengan area bermain. Karena itu, ‘Berugak Baca’ dibangun di halaman SDN 3 Batulayar. Perpustakaan mini ini menggabungkan unsur budaya lokal yang disebut berugak, yang memberikan fasilitas tempat dimana mereka bisa belajar sambil bermain,” ujarnya.

Pihaknya berharap dengan menautkan area belajar dengan dunia bermain, sehingga dapat meningkatkan wawasan anak-anak yang memanfaat berugak tersebut.

“Diharapkan pengetahuan mereka bertambah dan terbuka dengan dunia luar serta memperluas wawasan mereka, agar lebih global dan tidak terbatas, batas-batas desa mereka saja,” ucapnya.

Dijelaskan, selain membangun berugak, Tim UI juga melengkapinya dengan koleksi buku, yang dikumpulkan dari sumbangan perorangan maupun penerbit buku di Jakarta.

“Kita libatkan relawan dari Univesitas Mataram, masyarakat, guru-guru, dan anak-anak untuk menyusun buku, membuat kartu peminjaman, melatih anak-anak sekolah yang ingin menjadi pustakawan. Sehingga kami berharap masyarakat punya rasa memiliki, terhadap barugak dan buku-bukunya,” tuturnya.

“Dengan begitu, ‘Berugak Baca’ akan terus bertumbuh, koleksi bukunya bertambah, bahkan jadi pusat kegiatan masyarakat,” imbuhnya. (red)