in ,

Presiden Jokowi Tanda Tangani Keppres Amnesti Baiq Nuril

Presiden Jokowi saat memberikan keterangan pers terkait penandatanganan Keppres amnesti untuk Baiq Nuril

kicknews.today – Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menandatangani Keputusan Presiden (Keppres), terkait pemberian amnesti bagi Baiq Nuril Maknun yang sebelumnya divonis Mahkamah Agung (MA), melanggar Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Keppres tersebut ditandatangani oleh Presiden, Senin (29/7) pagi, untuk selanjutnya diproses lebih lanjut sesuai rilis Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden yang diterima kicknews.today.

“Tadi pagi Keppres untuk Ibu Baiq Nuril sudah saya tanda tangani,” kata Presiden.

Kepastian ditandatanganinya Keppres amnesti untuk Baiq Nuril tersebut, diungkapkan Kepala Negara di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, sesaat sebelum bertolak menuju Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, dalam rangka kunjungan kerja.

“Jadi, silakan Ibu Baiq Nuril kalau mau diambil di Istana silakan. Kapan saja sudah bisa diambil,” tandas Presiden.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Jokowi mengungkapkan tak berkeberatan apabila Baiq Nuril, ingin bertemu langsung dengannya setelah Keppres tersebut dikeluarkan.

Bahkan, Presiden Jokowi juga mengatakan akan dengan senang hati, menerima dan bertemu dengan Baiq Nuril.

“Diatur saja. Saya akan dengan senang hati menerima,” ucapnya.

Untuk diketahui, Baiq Nuril adalah pegawai honorer di SMA Negeri 7 Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), yang disangkakan melanggar UU ITE karena melakukan perekaman percakapan melalui telepon selular, berbau mesum kepala sekolah yang menjadi atasannya.

Awalnya Baiq Nuril dinyatakan tak bersalah di Pengadilan Negeri (PN) Mataram. Namun jaksa mengajukan banding hingga tingkat kasasi, dan Mahkamah Agung (MA) pun menjatuhkan vonis hukuman enam bulan penjara dan denda Rp 500 juta.

Baiq Nuril melalui tim kuasa hukumnya pun mengajukan Peninjauan Kembali (PK), atas kasus yang membelitnya. Namun MA tetap kekeuh dan menolak PK yang diajukan Baiq Nuril, sehingga ibu yang merasa terdzalimi itu kembali terancam dijebloskan ke dalam bui.

Harapan terakhir perempuan 41 tahun itu selain bermunajat dan berserah diri kepada Sang Khalik, Allah SWT, Senin (15/7) lalu, ia mengajukan amnesti kepada Presiden Jokowi. (red)