in

Bupati Najmul Lantik Ketua BPPD dan Forum Pokdarwis KLU

Bupati Lombok Utara H,. Najmul Akhyar saat melantik pengurus BPPD KLU (foto: rico)

kicknews.today – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Lombok Utara kini memiliki relasi baru kaitan pengembangan pun promosi pariwisata daerah. Sebab pada Senin, (29/7) Bupati Lombok Utara H. Najmul Akhyar secara resmi melantik Ketua BPPD Lombok Utara dan Forum Komunikasi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) se-Lombok Utara, di Hotel Amarsvati.

Diungkapkan Bupati Lombok Utara H. Najmul Akhyar usai pelantikan, tugas kedua lembaga terlebih BPPD Lombok Utara ke depan akan sangat banyak. Pasalnya untuk mengaungkan brand destinasi wisata dunia yang melekat pada kabupaten yang ia pimpin, dirasa tidak cukup hanya dilakukan oleh pemerintah. Untuk itu, kinerja badan promosi yang menyuarakan potensi wisata di daerah diharapkan betul keberadaanya.

“Tugasnya jelas banyak sekali, sebab pemerintah ini perlu bekerjasama dengan siapa kita kerjasama, tentu dengan kemitraan kita bersama unsure masyarakat. Dan di sini representasinya adalah BPBD,” ungkapnya.

Terhadap Forum Komunikasi Pokdarwis, Ketua DPC Partai Demokrat Lombok Utara ini mengatakan dibentuknya forum merupakan kemudahan baik bagi pemerintah maupun masyarakat yang notabene peduli akan potensi pariwisata di tempat tinggalnya. Kemudian kaitan dengan sisi anggaran kedua lembaga tersebut nantinya akan berurusan dengan Disbudpar Lombok Utara.

“Kalau dukungan anggaran dan lainnya jelas itu di dinas pariwisata. Kemudian yang kedua, forum komunikasi pokdarwis yang dilantik, itu menjadi sarana jembatan komunikasi antara pemerintah dengan masyarakat yang sangat efektif, karena didalamnya berkumpul kawan-kawan pengurus pokdarwis se-KLU kemudian diakomodir melalui forum ini,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan SDM Disbudpar Lombok Utara Anas Ghaib menjelaskan kaitan dengan anggaran BPPD akan diupayakan pada proses APBD Perubahan tahun 2019 ini. Sebab menurutnya, mustahil jika sebuah organisasi bisa jalan tanpa adanya dukungan anggaran yang jelas. Di satu sisi, dengan pelantikan ini artinya di Lombok Utara seluruh organisasi pariwisata sudah dimiliki. Tinggal sekarang bagaimana seluruh organisasi berkolaborasi dengan dinas untuk membangun citra pariwisata yang bagus.

“Kita akan upayakan, karena yang ada anggaran saat ini ASITA, PHRI, HPI, dan itu sudah kita bentuk. Bahkan Akacindo sudah juga, semua organisasi ini sangat intens berkomunikasi dengan kita karena KLU yang sudah dicanangkan sebagai destinasi pariwisata dunia, kita juga harus siap dari sisi SDM juga,” jelasnya.

Aspek SDM menurut Ghaib, merupakan bagian penting kaitan dengan majunya sebuah daerah pariwisata. Maka itu, pihaknya terus menggenjot para pelaku wisata pun dengan pengembang pariwisata yang tersemat dalam diri masyarakat (Pokdarwis). Sebagai contoh, lanjutnya, melalui pembentukan forum komunikasi ini maka Disbudpar setidaknya bisa mengumpulkan sekitar 56 Pokdarwis yang dihimpun menjadi satu kepengurusan.

“Maka kita berupaya keras untuk menggenjot, contohnya 56 pokdarwis sekarang kita sudah bangun forumnya minimal bagaimana cara mengembangkan kawasan wisatanya,” tandasnya.

Secara terpisah, Ketua BPPD Lombok Utara Lalu Suratman mengatakan bahwa tugas BPPD ke depan dalam enam bulan ini yaitu supaya membangun citra bahwa pariwisata Lombok Utara sudah bangkit pasca gempa. Pihaknya dan seluruh pengurus pun bersepakat, Gili Trawangan masih menjadi gate guna mendapatkan pundi-pundi kunjungan wisman maupun wisnu. Betapa tidak, ia menyakini 70 persen wisatawan berpusat di sana.

“Sehingga lokasi (destinasi) lain akan dipromo di trawangan. Kegiatan lain yang esidentil nanti akan menyusul, intinya kami ingin ciptakan suasana dan kesan bahwa KLU ini sudah siap (pasca bencana gempabumi),” bebernya.(iko)