in

Polres Lombok Tengah Amankan Mobil Cary Pengangkut BBM Tak Berizin

kicknews.today – Unit Tipidter Satreskrim Polres Lombok Tengah, Sabtu (27/)7) mengamankan satu mobil Cary yang mengangkut jeriken berisi bahan bakar minyak (BBM) jenis solar bersama sopirnya di Jalan raya menuju lokasi galian tambang tanah Desa Pemepel, Kecamatan Peringgerate, Kabupaten Lombok Tengah. Mobil pengakut BBM bersubsidi yang dibawa oleh terduga pelaku inisial AF (23) warga Desa Aik Darek, Kecamatan Batukliang itu diamankan, karena tidak memiliki izin.

“BBM jenis solar yang diamankan dalam Mobil Cary itu 16 jerigen ukuran 35 liter,” ujar Kasatreskrim Polres Lombok Tengah, AKP Rafles P Girsang di kantornya, Sabtu (27/7).

Dijelaskan, penangkapan itu berdasarkan informasi dari masyarakat, karena pelaku sering memasok Bahan Bakar Minyak jenis solar yang di beli dari SPBU, berdasarkan informasi tersebut. Selanjutnyam unit Tipiter melakukan penyelidikan, sehingga bertempat di jalan raya, pihaknya melakukan penangkapan terhadap pelaku dan dari dalam mobil toyota carry, warna biru, DR 1330 AG milik pelaku ditemukan bahan bakar minyak jenis solar sebanyak 16 jerigen ukuran 35 liter.

“Pelaku dan barang bukti langsung diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut,” jelasnya.

Namun, dari keterangan pelaku, bahwa BBM tersebut di beli dari SPBU dengan harga Rp. 5.150,- perliter yang akan di jual ke lokasi tambang tanah uruq sebagai bahan bakar alat berat excavator dengan harga perliter Rp. 6.500.

“Pelaku telah mengakui bahwa memang betul BBM solar diperuntukkan untuk tambang,” ucapnya.

Ditambahkan, pihaknya akan terus mengembangkan kasus ini, terutama adanya dugaan keterlibatan orang lain yang membantu pelaku dalam melancarkan aksinya selama ini. Dan atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 55 Undang-Undang RI Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, dengan ancaman hukuman pidana penjara selama 6 tahun dan denda paling tinggi Rp 60 miliar.

“Kami harapkan ini juga menjadi pembelajaran bagi masyarakat lainnya. Menyalahgunakan pengangkutan dan atau niaga bahan bakar minyak yang di subsidi Pemerintah itu melanggar aturan,” pungkasnya. (Ade)