in

Pelaku Pembacokan Penjual Cilok Asal Lombok Barat Terancam Dibui Lima Tahun

H. Muni'am, korban pembacokan dirawat intensif di RSUD Patut Patuh Patju Lombok Barat

kicknews.today – Pelaku pembacokan seorang penjual pentol atau cilok atas nama H. Muni’am (55), di Desa Kuripan Selatan Kecamatan Kuripan Kabupaten Lombok Barat, kini harus mendekam di balik jeruji besi sel tahanan Polres Lombok Barat. Pasalnya, pelaku inisial SM (45) yang juga warga desa yang sama itu, Rabu (17/17) malam, tega membacok saudara sekampungnya hingga ususnya terburai keluar ragara tersinggung.

Kapolres Lombok Barat AKBP Heri Wahyudi, SIK. melalui Kasatreskrim AKP Priyo Suhartono, SIK. mengungkapkan, sesuai keterangan Bhabinkamtibmas setempat Bripka Lalu Zullindia Zakaria, SH., bahwa psikologis pelaku kurang normal dan kerap membawa senjata tajam (sajam).

“Perubahan psikologis pelaku terjadi sejak sebelum puasa lalu. Sebenarnya pelaku rajin ke masjid dan selalu ingin adzan, tetapi ada berapa orang yang menegur cara adzannya (pelaku, red) yang kurang tepat, dan orang yang menegur itu diancam sambil mempertunjukan pisaunya,” ungkapnya, Jumat (19/7).

“Pelaku dan korban sama-sama warga Dusun Aik Jembe Desa Kuripan Selatan,” imbuhnya.

Dikatakan, pembacokan itu terjadi sekitar pukul 20.00 Wita, sesaat setelah usai ibadah sholat Isya berjamaah di masjid setempat. Dimana setelah keluar dari masjid, pelaku mendatangi rumah korban dan tanpa basa basi langsung melakukan pembacokan.

“Korban mengalami luka robek di bagian perut sebelah kiri dengan usus keluar,” ucapnya.

Dijelaskan, menurut informasi dari masyarakat setempat yang berhasil dihimpun, sebelumya pelaku sempat hilang dari rumah sekitar tiga bulan, setelah kembali kondisi psikologi (kejiwaan) pelaku mengalami perubahan, dimana diketahui setiap hari pelaku selalu membawa sajam (pisau).

“Atas kasus pembacokan tersebut warga dan aparatur desa setempat langsung menangkap pelaku dan membawa pelaku SM ke Mapolres Lombok Barat,” terangnya.

Sementara korban dari malam kejadian hingga saat ini, telah mendapat perawatan intensif di Rumah Sakit Patut Patut Patju Lombok.

“Pelaku dijerat Pasal 351 ayat (1) dan (2) KUHP, karena melakukan tindak penganiayaan yang mengakibatkan korban menderita luka berat, dengan ancaman pidana penjara paling lama lima tahun,” pungkasnya. (red)