in

SPBU Nelayan Pelabuhan Teluk Awang Mulai Beroperasi

kicknews.today– Penantian panjang para Nelayan di wilayah Pelabuhan Perikanan Teluk Awang Desa Merta, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah untuk mendapatkan pelayanan Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan maksimal akhirnya terwujud. Kamis (18/7), PT Pertamina (Persero) bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan serta Pemerintah Daerah Lombok Tengah meresmikan Lembaga Penyalur Program BBM 1 Harga di Pelabuhan Perikanan Teluk Awang.

Kegiatan presmian itu dihadiri oleh Bupati Lombok Tengah, H Moh Suhaili FT, pihak PT Pertamina, Kementerian Kelautan dan Perikanan serta para Nelayan.

Bupati Lombok Tengah, H Moh Suhaili FT mengatakan, bahwa lembaga penyalur program BBM 1 Harga ini atau SPBUN ini merupakan sarana penunjang membangun ekonomi masyarakat khususnya nelayan di wilayah Kecamatan Pujut. Sehingga keberadaan SPBU ini harus dikelola dan dimanfaatkan dengan baik.

“Dengan diresmikan lembaga ini, salah satu sarana bagi nelayan sebagai penunjang mencari rizki Allah SWT di Laut,” ujarnya.

Untuk itulah, Bupati Lombok Tengah dua periode itu mengajak semua pihak termasuk masyarakat bertekad dengan bagaimana menata dan mengelola sebaik-baiknya SPBU ini untuk kesejahteraan masyarakat secara bersama-sama. Disamping itu juga, perhatian Pemerintah Pusat cukup besar terhadap masyarakat Lombok Tengah dengan dikembangkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika Resort.

“Yang akan mendapatkan manfaatnya ini adalah masyarakat Nelayan. PPN ini bisa menjadi penunjang sarana promosi Pariwisata di KEK dan pendukung penyelenggaraan motoGP 2021,” pungkasnya.

Sementara itu, Kasubdit Ikan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan, Aji Candra mengatakan, bahwa teluk awang ini mulai dibangun sejak 2005, namun sampai 2017 PPN awang ini seakan mati suri. Sehingga pihaknya mencoba melakukan kerjasama dengan Pemerintah Provinsi dan Daerah untuk pengelolaan pelabuhan awang tersebut.

“Dalam waktu dekat kita akan dorong 17 Kapal dibawah 30 GT bisa mangkal di Pelabuhan Awang ini,” ujarnya.

Dengan adanya kapal yang melakukan bongkar muat di Pelabuhan Awang itu dapat menggerakkan ekonomi masyarakat lokal. Sehingga pihaknya terus melakukan perbaikan terhadap semua fasilitas pendukung yang sudah diserahkan pengelolaannya kepada Pemerintah Pusat.

“Kedepan kapal diatas 30 GT akan kita dorong keseni. Namun, semua itu butuh dukungan semua pihak. Kapal yang sudah ada disini supaya diberikan kenyamanan, kalau satu terluka, kapal yang lain akan pindah lokasinya,” pungkasnya. (Ade)