in

Suranadi Wakili NTB di Ajang Lomba Desa Tingkat Nasional

Ketua Tim Penilai Lomba Desa Tingkat Nasional saat memasuki Desa Suranadi Lombok Barat

kicknews.today – Desa Suranadi Kecamatan Narmada Lombok Barat dinobatkan menjadi duta Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), dalam ajang Lomba Desa Tingkat Nasional Regional IV (Indonesia Timur). Dalam ajang nasional tersebut, Suranadi akan bersaing dengan desa-desa dari Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat.

Wakil Bupati Lombok Barat Hj. Sumiatun saat menerima tim penilai di Kantor Desa Suranadi, Selasa (16/7), mengungkapkan kebanggaannya. Ia berharap Desa Suranadi mampu mengulang torehan emas, yang pernah diraih Desa Lingsar Kecamatan Lingsar di ajang yang sama beberapa tahun lalu.

“Tepat sebulan yang lalu kita menyelenggarakan hal serupa dengan kegiatan kita hari ini, yaitu penilaian Perlombaan Desa Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat. Alhamdulillah, Desa Suranadi telah dipercaya menjuarai perlombaan tersebut,” kata Hj. Sumiatun di hadapan Tim Penilai Pusat.

Dikatakan, nilai lebih yang dimiliki Suranadi adalah potret Indonesia, yang diharapkan dapat menjadi desa percontohan dalam kebhinekaan.

“Semoga penilaian objektif yang akan bapak tim penilai berikan, adalah juga bagian dari penghargaan terhadap warisan sejarah yang menjadi potret ke-Indonesia-an kita. Desa Suranadi adalah potret utuh keindahan Indonesia yang beraneka suku, agama, ras, dan golongan,” ucapnya.

Sementara Ketua Tim Penilai Pusat, Budiono menjelaskan bahwa ada tiga aspek yang dinilai dalam lomba desa, diantaranya aspek pemerintahan, kewilayahan, dan aspek kemasyarakatan.

“Kriteria yang dinilai sesuai format yang ditentukan, mulai kelengkapan dokumen-dokumen dan kita verifikasi. Kita lihat bagaimana capaian pembangunan di desa, mulai dari aspek pemerintahan, kewilayahan, dan kemasyarakatan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Suranadi Nyoman Adwisana memaparkan kondisi wilayah Desa Suranadi. Dimana luas wilayahnya mencapai 844,3 Hektar yang terbagi atas sembilan dusun dengan jumlah penduduk 6.232 jiwa.

Dijelaskan, total Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Suranadi sebanyak Rp 2 Milyar lebih, dan telah direalisasikan lebih dari Rp 1,6 Milyar atau 80 persen dari total APBDes, baik pengalokasian uantuk pembangunan dalam bentuk belanja modal infrastruktur atau sarana prasarana, pembangunan sumber daya manusia (SDM), pemberdayaan, dan lain-lain.

Artinya, kata Adwisana, Desa Suranadi dapat dikatakan telah mampu turut andil dalam percepatan pembangunan di Indonesia.

“Selain persoalan infrastruktur, maka masalah sumber daya manusia seperti angka lama sekolah di pendidikan, stunting di kesehatan, dan masalah peningkatan pendapatan di ekonomi sedang kami dorong melalui sinergi, integrasi, dan komplementaritas Program Lintas OPD dengan desa,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, pihaknya tak lupa menawarkan kepada Tim Penilai Pusat untuk mengunjungi aneka destinasi wisata di Desa Suranadi, seperti Taman Impian Suranadi, Kampung Hijau Suranadi, kawasan hutan Suranadi, Taman Suranadi yang sebagian besar merupakan warisan sejarah.

“Potensi utama di desa kami adalah pariwisata, baik berupa pariwisata alamiah karena dekat dengan hutan wisata dan Taman Narmada, yang kerap dijadikan tempat bumi perkemahan. Namun juga dari aspek wisata religi karena memiliki Mata Air Dhang Kayangan Suranadi, yang menjadi sasaran utama umat Hindu seluruh Indonesia dalam berziarah atau Tirta Yatre,” terangnya. (red)