in

Guncangan Gempa Magnitudo 6,0 di Bali Terasa hingga Lombok

kicknews.today – Gempa bumi magnitudo 6,0 yang berpusat di 83 kilometer Barat Daya Nusa Dua, Bali, Selasa (16/7) pukul 08.18 Wita, getarannya terasa sampai Pulau Lombok. Meski tidak berpotensi tsunami, getaran gempa tersebut sempat membuat geger masyarakat Pulau Seribu Masjid, seperti di Lombok Barat, yang berhamburan keluar bangunan rumah maupun perkantoran.

Kepala Stasiun Geofisika Kelas III Mataram Agus Riyanto mengatakan, episenter gempa berada di 9,11 Lintang Selatan dan 114,54 Bujur Timur, pada kedalaman 68 kilometer.

Di komplek perumahan Griya Menang Asri Kuripan, Lombok Barat, terpantau warga perumahan khususnya ibu rumah tangga berhamburan keluar rumah, dengan membawa anak-anak mereka ke jalan-jalan komplek.

“Pertama saya kira getaran mesin mobil, tapi lama-lama kok getarannya tambah besar, ternyata gempa,” kata Ibu Zaenab sambil menggendong bayi dan memegang satu lagi putrinya yang masih kecil.

“Iya, gempanya cukup lama juga goyangannya. Mudah-mudahan tidak terjadi susulan seperti tahun 2018 lalu,” timpal Ibu Sucipta yang juga membawa dua putranya keluar rumah.

Pun demikian dengan para karyawan di beberapa instansi pemerintahan, lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Barat.

Sementara dari Kota Mataram, tepatnya di Kantor Rumah Penyimpanan Barang Sitaan Negara (Rupbasan) Kelas I Mataram, getaran gempa seakan tidak terlalu mempengaruhi aktifitas pegawai.

“Karena sudah bisa kena getaran kalau ada mobil besar lewat. Panik ada karena mikirin anak-anak yang baru masuk sekolah,” ujar Indriawati, salah seorang pegawai Rupbasan.

Sedangkan dari Kabupaten Lombok Utara dilaporkan, warga berlari keluar bangunan ke lokasi lapang.

“Kami berhamburan keluar, panik dan takut kalau-kalau gempa seperti tahun lalu,” kata Diani Putri, pegawai Bintang Colection, Tanjung.

Senada dengan Diani, salah seorang peserta Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Penyuluh yang diadakan Kementerian Agama (Kemenag) Lombok Utara, Mahmud Bahri, S.Pd.I. mengatakan bahwa diklat sempat terhenti.

“Teman-teman juga saya lari keluar mencari lokasi yang aman. Apalagi kita yang sudah merasakan bagaimana dahsyatnya gempa tahun lalu, pasti pada belingsatan karena kaget dan trauma,” ungkapnya.

Namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada laporan kerusakan bangunan akibat getaran gempa tersebut. Anak-anak pun telah kembali bermain seperti biasa. (red)