in ,

Untukmu Presidenku, ini Surat Baiq Nuril untuk Jokowi

kicknews.today – Permohonan amnesti yang diajukan Baiq Nuril Maknun, pegawai honorer di SMA Negeri 7 Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), korban pelecehan seksual atasannya sampai ke Istana Presiden. Usai menyerahkan berkas permohonan yang diterima langsung Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko di Bina Graha, Jakarta, Senin (15/7), Baiq Nuril membacakan surat khusus untuk Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Baiq Nuril, pegawai honorer di SMA Negeri 7 Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), yang disangkakan melanggar Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), karena melakukan perekaman percakapan melalui telepon selular, berbau mesum kepala sekolah yang menjadi atasannya.

Awalnya Baiq Nuril dinyatakan tak bersalah di Pengadilan Negeri (PN) Mataram. Namun jaksa mengajukan banding hingga tingkat kasasi, dan Mahkamah Agung (MA) pun menjatuhkan vonis hukuman enam bulan penjara dan denda Rp 500 juta.

Baiq Nuril melalui tim kuasa hukumnya pun mengajukan Peninjauan Kembali (PK), atas kasus yang membelitnya. Namun MA tetap kekeuh dan menolak PK yang diajukan Baiq Nuril, sehingga ibu yang merasa terdzalimi itu kembali terancam dijebloskan ke dalam bui.

Harapan terakhir perempuan 41 tahun itu selain bermunajat dan berserah diri kepada Sang Khalik, Allah SWT, kini ia mengajukan amnesti kepada Presiden Jokowi.

“Kasus Baiq Nuril ini, walaupun perorangan tapi memiliki cakupan berita besar dan butuh penyelesaian konkret,” kata Moeldoko saat menerima Baiq Nuril di Kantor Staf Presiden (KSP).

“Apa yang saya terima hari ini, dan saya yakin apa yang kita inginkan bersama mudah-mudahan bisa berjalan dengan baik,” lanjutnya.

Kedatangan Baiq Nuril dan tim diakhiri dengan pembacaan surat dari Baiq Nuril, untuk Presiden Jokowi di teras Bina Graha.

Bapak Presiden, saya hanya tamatan SMA. Tapi, pengalaman pahit selama kurang lebih enam tahun ini telah menjadi guru terbaik saya. Berbagai dukungan pun mengalir tanpa pernah saya rencanakan atau pikirkan. Hal itu yang membuat saya semakin bertekad tidak akan pernah menyerah.

Saya, Baiq Nuril Maknun, sangat berterima kasih dan mendukung niat mulia Bapak Presiden Joko Widodo yang akan menggunakan hak prerogatif sebagai Presiden Republik Indonesia untuk menjalankan amanah konstitusi Undang-Undang Dasar 1945 pasal 14 ayat (2), yaitu dengan memberikan amnesti kepada saya, Baiq Nuril Maknun,” kata ibu tiga anak yang berulangkali terisak membacakan tiga lembar surat itu. (red)