in ,

Kapolda NTB Sebutkan Lima Instruksi Presiden Jokowi di HUT ke-73 Bhayangkara

Kapolda NTB Irjen Pol. Drs. Nana Sudjana AS., MM. saat menjadi Inspektur Upacara Hari Bhayangkara ke-73

kicknews.today – Kapolda Nusa Tenggara Barat (NTB) Irjen Pol. Drs. Nana Sudjana AS., MM., menyebutkan lima instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Instruksi itu disampaikan Kapolda NTB, Rabu (10/7), saat menjadi Inspektur Upacara Hari Bhayangkara ke-73, di Lapangan Landasan Udara (Lanud) Zainuddin Abdul Madjid (ZAM) Rembiga, Kota Mataram.

Dalam kesempatan yang merupakan puncak acara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-73 Bhayangkara, yang dihadiri Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd. beserta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Pejabat TNI-Polri, Ketua dan pengurus Bhayangkari Daerah NTB, serta undangan lain, Kapolda NTB membacakan sambutan Presiden Jokowi yang meminta Polri dapat mempererat sinergi dengan lembaga-lembaga lain, serta meningkatkan profesionalitas dalam menjalankan tugasnya.

Dalam sambutan Presiden yang dibacakan Kapolda NTB itu dikatakan, tantangan dan potensi ancaman yang semakin berkembang, membutuhkan kecerdasan dan kecepatan Polri dalam bertindak.

“Saya perlu menegaskan bahwa terorisme dan radikalisme masih menjadi potensi ancaman yang serius. Perkembangan teknologi informasi ikut mendorong beragamnya potensi kejahatan di ruang-ruang siber,” tutur Kapolda.

Selain itu, penyebaran berita bohong dan ujaran kebencian yang marak belakangan ini, pun ikut menjadi ancaman bagi kerukunan, persatuan, dan kesatuan bangsa Indonesia. Polri harus mampu mengantisipasi segala jenis ancaman tersebut.

“Hal ini membutuhkan kecerdasan dan kecepatan bertindak dari Polri,” ucapnya.

Tak hanya itu, kejahatan lintas negara juga menjadi tantangan bagi Polri dalam menjalankan tugas. Kejahatan seperti peredaran narkotika dan human trafiking (perdagangan manusia), memerlukan penanganan secara profesional dari Polri. Pun demikian terhadap tindak pidana korupsi, pencurian, penebangan serta pembalakan liar yang mengganggu ketertiban di masyarakat, juga membutuhkan profesionalitas Polri dalam penanganannya.

Untuk itu, Presiden Jokowi memberikan lima instruksi kepada Polri sebagai pedoman dalam menjalankan tugas, serta sebagai bagian dalam upaya peningkatan profesionalitas dan akuntabilitas Polri.

“Yang pertama, terus tingkatkan kualitas SDM Polri guna menghadapi tantangan tugas yang semakin kompleks,” sebutnya.

Kedua, Presiden meminta Polri lebih mengedepankan strategi proaktif dan preventif, dalam upaya pencegahan tindak kejahatan. Tentunya upaya dan strategi tersebut dilaksanakan, dengan pendekatan dan tindakan yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.

“Kedepankan strategi proaktif dan preventif, dengan pendekatan dan tindakan yang humanis,” ujarnya.

Dalam poin instruksinya yang ketiga disebutkan, Presiden memerintahkan Polri senantiasa meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Dimana ditekankan peningkatan kualitas pelayanan tersebut, harus memberikan kemudahan dan kecepatan pelayanan kepada masyarakat.

“Ketiga, terus tingkatkan kualitas pelayanan publik yang Promoter (profesional, modern, dan terpercaya),” tuturnya.

Selanjutnya, kata Kapolda, Kepala Negara juga menginstruksikan Polri turut menerapkan prinsip transparansi, dalam setiap upaya penegakan hukum yang dilakukan. Hal itu dimaksudkan untuk memberikan rasa aman dan adil di tengah masyarakat.

“Tingkatkan profesionalisme dan transparansi dalam penegakan hukum serta memberikan rasa adil kepada masyarakat,” ungkapnya.

Sedangkan yang kelima, Polri diharapkan mampu memperkuat koordinasi dan kerjasama, dengan sejumlah pihak terkait dalam menjalankan tugas utamanya, untuk memelihara keamanan dan ketertiban sosial.

“Terakhir, perkuat koordinasi dan kerjasama dengan TNI, kementerian/lembaga, pemerintah daerah, serta masyarakat dalam memelihara keamanan dan ketertiban sosial,” tandasnya.

Untuk diketahui, sebagai rangkaian acara puncak Hari Bhayangkara ke-73 Polda NTB, Walikota Bima menyerah-terimakan lahan untuk pembangunan Kompi Brimob Batalyon C, serta serah-terima secara simbolis lahan untuk lokasi pembangunan lima unit Kantor Kepolisian Sektor (Polsek) dari Bupati Sumbawa.

Selain itu, Polda NTB juga memberikan piagam penghargaan bagi lima perusahaan pelayaran, yang turut membantu evakuasi korban gempa di tiga gili pada tahun 2018 yang lalu.

Sementara peragaan bela diri kolosal sinergitas Polri dan TNI, pun ditampilkan mengiringi atraksi Polisi Cilik (Pocil) binaan Polres Lombok Tengah. Bahkan atraksi penanganan begal serta penanggulangan teroris disuguhkan, oleh Ditsamapta dan gabungan Batalyon 742/Swj dan Satbrimob Polda NTB. (red)