in

Persiapan HUT Lombok Utara ke-11 Baru 25 Persen

Sejumlah ASN saat tengah rapat persiapan HUT KLU ke-11 (foto: rico)

kicknews.today – Hari Ulang Tahun (HUT) ke-11 Kabupaten Lombok Utara (KLU) sudah didepan mata. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) pun tengah melakukan sejumlah persiapan sebelum hari H yang jatuh pada 21 Juli 2019 mendatang. Maka itu, sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Senin (8/7) menggelar rapat di Aula utama Kantor Bupati Lombok Utara.

Diungkapkan Ketua HUT KLU ke-11 Vidi Eka Kusuma melalui Baiq Prita Setiati, persiapan menyambut hari jadi kabupaten termuda di NTB tersebut baru sekitar 25 persen. Mengingat meski sejumlah koordinator sudah menggelar rapat internal namun secara umum semua koordinator ke panitiaan belum sepenuhnya rampung mengakomodir usulan pun konsep perayaan nanti.

“Persiapan ya karena baru, karena undangan juga belum disebarkan. Di atas 25 persen semua akan dilibatkan disamping ASN yang menggunakan pakaian adat seluruh undangan juga,” ungkapnya.

Menurutnya, yang membedakan perayaan HUT kali ini yaitu pemerintah mengusung tema “Lombok Utara Bangkit Kembali”. Mengingat pasca bencana gempabumi yang melanda hal ini dijadikan momentum untuk membangun daerah lagi. Disamping itu, sejumlah rangkaian acara seperti parade tiap desa akan dipangkas menjadi parade per kecamatan saja.

“Kita siapkan videotron untuk ucapan-ucapan itu, dan malamnya ada langsung pemilihan putri cilinaya, itu perbedaanya dengan tahun kemarin. Sedangkan parade desa kita kerucutkan  jadi parade kecamatan. Mengingat akses jalan yang sempit dan tidak memadai untuk pawai memutar disekitar kecamatan,” jelasnya.

Sementara terhadap lomba-lomba yang dilaksanakan, Prita mengatakan akan dimulai usai HUT Lombok Utara. Sejumlah perlombaan digelar guna menyambut HUT RI ke-74 pada 17 Agustus 2019 mendatang. Untuk mematangkan persiapan ini, ke depan akan digelar rapat koordinasi serupa agar pada saat hari pelaksanaan bisa berjalan lancar.

Di sisi lain, Sekretaris Daerah (Sekda) Lombok Utara H. Suardi mengaku, konsep yang diusung dengan menggunakan kata bangkit seyogyanya untuk memotivasi masyarakat. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan pada perayaan HUT nanti disebutnya akan menyesuaikan dengan kondisi yang ada di daerah.

“Ini kerja besar, pasti harus dibagi (koordinasinya). Dan ini untuk kita semua, tidak hanya dinas saja, tapi masyarakat, camat, hingga desa. Bagaimana untuk membangun kembali Lombok Utara,” katanya.(iko)