in

Pastikan Balita dan Anak Sehat, BPKH Bantu Warga Lombok Utara

Ibu yang membawa balita dan anak sasaran progra MPASI BPKH (foto: rico)

kicknews.today – Badan Pengelola Keungan Haji (BPKH) bekerjasama dengan Lembaga Amil Zakat Nasional Bangun Sejahtera Mitra Umat (Laznas BSN) membantu warga Lombok Utara. Melalui program MPASI, bantuan yang disalurkan berupa pemberian 1.000 porsi makanan perhari bagi anak dan balita. Hal ini juga untuk membantu menurunkan angka stunting di Lombok Utara yang diketahui cukup tinggi.

Kepala BPKH Anggito Abimanyu saat memonitoring kegiatan dilapangan, Sabtu (6/7) lalu mengungkapkan, pemberian bantuan tak lepas dari prioritas daerah yang notabene paling parah terdampak bencana. Maka memastikan anak dan balita mendapat asupan makanan yang baik, merupakan prioritas. Dalam program MPASI, tidak hanya makanan saja, melainkan juga bantuan perbaikan asrama haji yang rusak akibat gempa pun memberikan sejumlah unit ambulance pada pemerintah daerah.

“Melalui Laznas BSN seribu anak diberikan makanan sehat selama 20 hari. Untuk menjadi suatu percontohan makanan sehat dan Laznas BSM berikan penyuluhan pada bumil sebulan sekali. Di Desa Jenggala 200 ada anak sisanya di lokasi lain. Tapi yang paling penting sebelum program ini jalan kita mengukur kondisi dulu, karena nanti di situ indikatornya,” ungkapnya.

Sepanjang 20 hari ke depan, balita dan anak diharapkan mampu bertumbuh kembang secara sehat. Demikian pula pola asuh yang terus diberikan edukasi dengan sasaran tak lain yakni Ibu-ibu. Namun, Anggito berharap supaya ke depan Dinas Kesehatan (Dikes) dapat melanjutkan program tersebut sehingga apa yang sudah dilakukan ini tidak berhenti selama 20 hari saja.

“Kita bekerjasama dengan Dikes supaya bisa diteruskan, kami hanya berikan semacam pancingan saja. Besok kita akan monitor terus,” katanya.

Sementara itu, dr. Dedi Setiawan dari Laznas BSN menjelaskan program ini sebetulnya telah terlaksana sejak 18 Juni 2019. Pada 7 Juli 2019 nanti adalah akhir dari dijalankannya program, maka pihaknya akan melakukan monitoring pun pengecekan terhadap hasil yang di tuai. Secara umum, pihaknya mengaku ingin meningkatkan status gizi bagi balita dan anak di KLU. Hanya saja, lantaran anggaran terbatas maka saat ini kemampuannya hanya untuk Kecamatan Tanjung saja.

“Fokusnya peningkatan gizi melalui makanan dan edukasi. Istilahnya empat bintang, jadi di dalam makanan itu ada karbonhidrat, protein hewani dan nabati, serta sayur dan buah. Angka stunting di KLU ini agak tinggi itu berhubungan dengan pola asuh dan makan, jadi kami coba intervensi dari situ. Yang penting ini bisa berkelanjutan,” jelasnya.

Di sisi lain, Kasi Gizi Dikes Lombok Utara Ayunah menyampaikan rasa terimakasih atas program yang disalurkan oleh BPKH tersebut. Menurutnya, pemberian makan atau PMBA di Kecamatan Tanjung di 7 titik lokasi itu diberikan dengan menu lokal dengan biaya Rp 4 ribu dan mendapat makanan yang seimbang. Pihaknya juga menyambut permintaan guna meneruskan program tersebut. Dikes sudah menyusun anggaran untuk tahun 2020 dan akan melanjutkan PMBA selama seminggu di daerah yang notabene lokus stunting.

“Jadi ini adalah hal yang inovatif yang bisa dijadikan contoh, kami insyallah dari dikes kita sudah susun anggaran di DPA untuk tahun 2020 menganggarkan untuk lanjutkan program ini. Nanti kita berikan seminggu di 16 desa yang punya angka stunting tinggi di Lombok Utara. Semoga angka gizi buruk, gizi kurang dan angka stunting bisa menurun,” simpulnya.(iko)