in ,

Presiden Jokowi akan Gunakan Kewenangannya untuk Kasus Baiq Nuril

kicknews.today – Presiden Joko Widodo (Jokowi) sangat menghormati putusan Mahkamah Agung (MA), yang menolak permohonan Peninjauan Kembali (PK) yang diajukan Baiq Nuril Maknun. Namun demikian, Presiden Jokowi menyatakan dapat menggunakan kewenengan yudisialnya.

“Nanti kalau sudah masuk ke saya, menjadi wilayah kewenangan saya. Ya akan saya gunakan kewenangan yang saya miliki,” kata Presiden Jokowi di Bandara Sam Ratulangi, Manado, Jumat (5/7), seperti rilis Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden yang diterima kicknews.today.

Dikatakan, sebagai tindak lanjut menyikapi putusan MA terhadap kasus yang membelit Baiq Nuril, Presiden Jokowi akan menggunakan kewenangan yudisialnya sebagaimana diatur dalam konstitusi. Namun, Kepala Negara terlebih dahulu akan membahasnya dengan jajaran terkait sebelum memutuskan langkah selanjutnya.

“Saya akan bicarakan dulu dengan Menteri Hukum dan HAM, biasanya (juga) dengan Jaksa Agung dan Menkopolhukam, untuk menentukan apakah amnesti apakah yang lainnya,” tutur Presiden.

Sebelumnya, Baiq Nuril divonis MA telah melanggar Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) serta terancam pidana penjara serta denda.

Dengan ditolaknya permohonan PK tersebut, putusan kasasi MA yang menghukum Baiq dinyatakan tetap berlaku. Meski demikian, Kepala Negara mengatakan bahwa dirinya tetap memberi perhatian penuh atas jalannya kasus ini, sejak awal dan akan terus memantau perkembangannya.

“Perhatian saya sejak awal kasus ini tidak berkurang. Tapi sekali lagi, kita harus menghormati putusan yang sudah dilakukan oleh Mahkamah,” ujar Presiden.

Disinggung kemungkinan dibolehkannya pihak Baiq Nuril untuk mengajukan amnesti kepada Presiden, dengan mantap Presiden Jokowi pun menjawabnya singkat.

“Secepatnya,” ucapnya. (red)