in

Bupati Lombok Tengah Sesalkan Statemen Isu Tsunami Wilayah Lombok Selatan

kicknews.today – Informasi akan adanya gempa bumi mega trust berkekuatan 9 Manitudo yang akan mengakibatkan terjadinya Tsunami di perairan Lombok bagian selatan, telah membuat resah sebagian besar masyarakat khusus di Lombok Tengah bagian selatan.
Menanggapi hal itu, Bupati Lombok Tengah, H Moh Suhaili FT mengimbau masyarakat untuk tenang dalam menerima informasi atau berita yang tersebar di media sosial.

“Kita sangat sesalkan dengan adanya statemen seperti itu, karena isu gempa bumi itu sudah membuat masyarakat resah,” ujar H Moh Suhaili FT kepada wartawan selesai senam pagi di bencingah Adiguna Praya, Jumat (5/7).

Dijelaskan, bahwa gara-gara informasi itu masyarakat di Lombok Tengah bagian selatan sudah mulai resah dan sudah ada yang mulai mengungsi. Sehingga dirinya meminta kepada BPBD Lombok Tengah untuk bersurat kepada BMKG untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait informasi akan adanya sunami tersebut. Dan pihaknya juga imbau masyarakat supaya tenang dalam menerima informasi tersebut.

“Apa yang disampaikan itu seolah-olah akan terjadi. Namun, kalaupun benar harus disampaikan dengan baik kepada Pemerintah Daerah untuk melakukan antisipasi supaya masyarakat tidak resah,” jelasnya.

Menurut orang nomor satu di Lombok Tengah itu, apa yang disampaikan masalah adanya gempa bumi itu sangat merugikan Lombok Tengah, terlebih saat ini pembangunan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika resort sedang dikerjakan. Disamping itu juga, dampak negatif lainnya para investor dan wisatawan akan takut datang ke Lombok.

“Jangan sampai prediksi itu tidak terjadi seperti halnya Jakarta yang akan diguncang gempa. Namun, buktinya tidak terjadi apa-apa,” kesalnya.

“BMKG harus melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait masalah isu gempa yang akan terjadi itu,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Ahli geologi dari Brigham Young University (BYU) Profesor Ronald Haris, bersama timnya dari berbagai universitas di Amerika yang berjumlah sebelas orang, menemukan fenomena baru bahwa pergerakan zona subduksi di wilayah perairan Lombok Selatan, Nusa Tenggara Barat (NTB), rentan terhadap gempa mega trust berkekuatan minimum 9 magnitudo.

Dari hasil riset geologi yang dilakukan timnya, Prof Ronald usai memaparkan materi kegempaan, Kamis (4/7), di Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) NTB mengatakan bahwa setiap tahun lempeng Lombok khususnya di wilayah Lombok Selatan, mendapat tekanan lempeng Indo-Australia sehingga bergeser sepanjang 35 meter. (Ade)