in ,

Ini Pesan Khusus Bupati Lombok Barat untuk Mahasiswa KKP UIN Mataram

kicknews.today – Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid menitip dua pesan khusus kepada mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram, yang akan melaksanakan Kuliah Kerja Partisipatif (KKP). Kedua pesan khusus itu adalah pengentasan kasus stunting dan menekan angka pernikahan dini.

Didaulat mengisi kegiatan pembekalan bagi 120 mahasiswa perwakilan peserta KKP di Kampus UIN Mataram, Senin (1/7), Fauzan mengatakan bahwa dirinya percaya mahasiswa memiliki pemahaman intelektual yang lebih, sehingga momen KKP dapat digunakan untuk mensosialisasikan program pemerintah.

“Salah satu isu nasional yang terus digalakkan pemerintah, baik Pemerintah Pusat maupun Daerah yakni penekanan angka kasus stunting,” ungkap Fauzan.

Dikatakan, penyebab utama stunting adalah kekurangan gizi sejak bayi dalam kandungan, hingga masa awal kelahiran anak. Hal itu berakibat terhadap gangguan tumbuh kembang anak, dimana tinggi badan lebih pendek atau kerdil dari ukuran standar anak seusianya.

Selain menyerang fisik anak, lanjut Fauzan, juga menyebabkan anak yang terkena stunting memiliki kemampuan kognitif di bawah rata-rata. Termasuk sangat berisiko terkena penyakit tidak menular (PTM) seperti jantung dan diabetes.

“Lombok Barat tahun 2024 harus bebas stunting, termasuk angka pernikahan dini. Silahkan dorong dan beri pengetahuan tentang itu, agar masyarakat mau melakukannya,” pesannya.

Terkait pernikahan dini yang menjadi salah satu faktor penyebab anak kurang gizi, Fauzan menjelaskan bahwa karena usia ayah dan ibu yang masih terlampau muda, sehingga belum memiliki cukup ilmu mengenai asupan gizi bayi. Termasuk kestabilan emosi dan finansial untuk membesarkan anak, membuat risiko stunting menjadi lebih besar.

“Umur laki-laki menikah harus 23 tahun, sedangkan perempuan 21 tahun. Namun nyatanya, di masyarakat banyak yang menikah di bawah umur,” sebutnya.

Diungkapkan, Pemkab Lombok Barat sendiri telah mampu menekan angka pernikahan dini, hingga 26 persen pada 2018 melalui berbagai intervensi program.

“Salah satu upaya yang dilakukan uakni melalui program Gerakan Anti Merarik Kodek (Gamak),” ucapnya.

Dibeberkan, Gamak merupakan sebuah program yang diinisiasi oleh Pemkab Lombok Barat, dengan tujuan untuk merespon isu perkawinan anak yang sangat tinggi di NTB, termasuk si Kabupaten Lombok Barat.

“Program ini sudah masuk nasional. Tolong disampaikan nanti di masyarakat,” pesannya lagi.

Sementara Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) UIN Mataram, Dr. H. Nazar Na’amy, M.Si. yang mewakili Rektor berharap pelaksanaan KKP, akan dapat memberikan kemampuan bagi mahasiswa untuk melihat kondisi masyarakat secara langsung, kemudian mampu mencarikan solusi atas permasalahan yang dihadapi masyarakat.

“Momen KKP ini juga diharapkan sebagai proses pelatihan bagi mahasiswa, untuk mengamalkan ilmu yang telah dipelajari,” ujarnya.

Untuk diketahui, total keseluruhan mahasiswa UIN Mataram yang melaksanakan KKP tahun 2019 ini, sebanyak 2.022 mahasiswa yang akan disebar di empat kabupaten di NTB, yakni Kabupaten Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, dan Kabupaten Sumbawa.

Dari total keseluruhan mahasiswa KKP tersebut, sebanyak 430 mahasiswa akan melaksanakan KKP di Lombok Barat, yang nantinya akan ditempatkan di 24 desa yang tersebar di empat kecamatan, yakni Kecamatan Sekotong, Lembar, Gerung, dan Kecamatan Kuripan. (red)